PON Bisa Dihadiri Penonton atau Tidak, Putusannya September

Mercy Raya - Sport
Selasa, 13 Jul 2021 16:15 WIB
Jakarta -

Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua masih sesuai rencana pada 2-15 Oktober. Namun, soal bisa dihadiri penonton atau tidak? Keputusannya September nanti.

Demikian hal itu ditegaskan Menpora Zainudin Amali, menyesuaikan arahan Presiden RI Joko Widodo dalam Rapat Terbatas Kabinet yang berlangsung pada Senin (12/7/2021).

Dalam rapat tersebut dihadiri Pemerintah Daerah Papua, Mabes Polri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, KONI Pusat, serta Kemenpora.

"Arahan Bapak Presiden akan diputuskan September. Kita tunggu saja. Kami berharap pandemi COVID-19 akan tertangani dan menurun angka penularannya sehingga kesiapan PON dan Peparnas bisa berjalan baik," kata Amali dalam jumpa pers virtual pada Selasa (13/7/2021).

Meskipun baru diputuskan dua bulan lagi, sebut Amali, pemerintah bersama Panitia Besar (PB) PON tetap menyiapkan langkah-langkah antisipasi baik itu jika tanpa penonton atau bisa dihadiri oleh penonton.

"Kalau akhirnya September diputuskan ada penonton tapi terbatas karena situasi pandemi mereda, maka yang terutama penonton yang hadir ialah yang sudah tervaksinasi. Itulah sebabnya, vaksinasi masyarakat di sana (Papua) akan lebih ditingkatkan Agustus ini," dia menjelaskan

Adapun cakupan vaksinasi yang diharapkan bisa tercapai minimal 2/3 dari jumlah masyarakat yang ada di sekitar klaster. Sebab, mereka yang akan berdekatan dengan kontingen daerah.

Menpora asal Gorontalo ini juga menambahkan jika pihaknya akan mengadopsi penyelenggaraan Olimpiade yang akan berlangsung 23 Juli sampai 8 Agustus di Tokyo, Jepang.

"Tentang sistem dan sebagainya, kita bisa lihat dan ada satu contoh yakni penyelenggaraan Olimpiade Tokyo. Itu kan dilaksanakan sistem bubble (gelembung). Artinya dari tempat menginap ke tempat penyelenggaraan, begitupun sebaliknya. Nah, ini juga bisa kita terapkan di sana," ujarnya.

"Lalu tentang siaran, panitia pelaksana sedang mengusahakan apa yang akan disiarkan. Tetapi sebagaimana PON sebelumnya, lembaga penyiaran pemerintah akan meliput dari TVRI dan RRI. Soal streaming dan sebagainya itu sedang disiapkan."

Politikus Golkar ini lantas berharap pesta olahraga nasional PON dan Peparnas pada Oktober dan November mendatang dapat berjalan dengan baik.

"Dari pihak kepolisian juga tidak ada hal yang serius. Semua masih di area perencanaan dan potensi-potensi yang memungkinkan menjadi gangguan oleh pihak Polri dan TNI sudah diantisipasi. Semoga tidak ada masalah, maupun pada saat penyelenggaraannya nanti," Amali mengharapkan.

(mcy/aff)