Kekecewaan Manajer Tim Panahan Gagal Capai Target Emas Olimpiade

Mercy Raya - Sport
Senin, 26 Jul 2021 12:35 WIB
Langkah tim panahan beregu putra Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 terhenti di babak 16 besar. Tim panahan beregu putra Indonesia dikalahkan tim Inggris.
Kekecewaan Manajer Tim Panahan Gagal Capai Target Emas Olimpiade (Antara Foto)
Jakarta -

Alih-alih mencapai target dua medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, tim panahan Indonesia tersingkir lebih awal. Manajer panahan, Ikhsan Ingratubun, mengungkapkan kekecewaannya.

Tim panahan Indonesia bertumpu pada nomor mix double dan beregu putra untuk bisa mempersembahkan medali emas di multievent terbesar di dunia yang dimulai sejak 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang.

Namun, dua nomor yang jadi andalan itu tersingkir lebih cepat. Mix double yang terdiri dari Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa terhenti di perempatfinal setelah ditaklukkan ganda campuran Turki dengan skor 2-6.

Nasib serupa dialami beregu putra yang juga terhenti di 16 besar. Tim Indonesia yang terdiri dari Riau Ega, Arif Dwi Pangestu, dab Alviyanto Prastyadi kalah 0-6 dari Britania Raya.

Hasil yang tidak terduga ini pun menyulut kekecewaan manajer PP Perpani, Ikhsan. "Ya saya kecewa. Saya kecewa karena tidak boleh ada sebagai atlet melihat kiri kanan siapa lawannya. Karena lawan kita (di lapangan) adalah diri sendiri. Kecuali kalau misalnya badminton. Tapi kalau panahan bukan Inggris, tapi lawannya sendiri," kata Ikhsan kepada detikSport, Senin (26/7/2021).

Bukan tanpa sebab Ikhsan sesalkan penampilan Riau Ega dkk. Ia berkaca pada penampilan apik beregu putra saat perebutan tiket di kualifikasi Olimpiade di Prancis, Juli lalu. Saat itu, tim panahan Indonesia berhasil menaklukkan negara-negara dunia.

Tak hanya itu, Riau Ega dkk juga tampil bagus pada sesi latihan sebelum tampil pada Senin pagi tadi.

"Kalau kata pelatihnya, anak-anak (Riau Ega dkk) tegang. Padahal sebelumnya, latihan setengah jam skornya bagus seperti biasanya. Tapi saat pertandingan kayak orang tertekan. Itu kan berarti kepercayaan diri hilang dan melihat nama besar lawan. Harusnya lawan tidak melihat orang lain, tapi diri sendiri," dia menjelaskan.

"Balik lagi ke mental. Justru mentalnya pengaruh dirinya sendiri. Seharusnya tak usah mikirnya lawannya siapa. Dan itu sudah saya pesankan latihan di Jakarta sebelum berangkat, saya kasih petunjuk. Cuma saya enggak tahu anak-anak ini, (ada apa)," tuturnya.

"Ini sudah profesional dan dunia dan mereka juga sudah pengalaman di Paris. Tak usah melihat siapa lawan, tapi diri sendiri. Bukan orang yang lain."

Tim Putra Panahan Indonesia Riau Ega Agatha, Arif Dwi Pangestu, dan Bagas PrastyadiTim Putra Panahan Indonesia (Dok. NOC)

Tim panahan masih memiliki satu kesempatan untuk mencuri medali di nomor perorangan. Ikhsan berharap, para atlet bisa mengambil peluang tersebut.

"Justru saya melihat (peluang) di tim dan mix. Karena itu sudah selesai, ya fokus ke perorangan saja langsung. Mudah-mudahan bisa bagus," ujarnya.

(mcy/aff)