Li Fabin, Pesaing Eko Yuli yang Viral Lewat Gaya Angkat 1 Kaki

Kris Fathoni W - Sport
Selasa, 27 Jul 2021 09:43 WIB
TOKYO, JAPAN - JULY 25: Fabin Li of Team China competes during the Weightlifting - Mens 61kg Group A on day two of the Tokyo 2020 Olympic Games at Tokyo International Forum on July 25, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Chris Graythen/Getty Images)
Gaya angkat 1 kaki dari Li Fabin. (Foto: Getty Images/Chris Graythen)
Jakarta -

Lifter China Li Fabin mengandaskan usaha Eko Yuli Irawan meraih emas Olimpiade Tokyo 2020. Li Fabin juga viral lantaran gaya angkat 1 kaki ala flamengo, yang ia peragakan saat melakukan angkatan!

Eko Yuli Irawan harus puas meraih medali perak saat tampil di kelas 61 kg putra dalam perlombaan pada akhir pekan lalu. Saat itu lifter kebanggaan Indonesia tersebut mencatat total angkatan 302 kg.

Medali emas nomor ini sendiri digondol oleh lifter asal China, Li Fabin. Atlet 28 tahun itu mencatatkan total angkatan 313 kg dan berhak atas medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Ada satu hal yang kemudian mencuri perhatian dari aksi Li Fabin saat tampil di nomor tersebut dan bersaing dengan Eko Yuli Irawan. Li Fabin, yang disebut Metro.co.uk memiliki bobot tubuh 60 kg, tampak mengangkat satu kakinya saat melakukan angkatan!

Akibat gaya tersebut, Li Fabin pun kemudian dijuluki Flamengo oleh para pemerhati Olimpiade Tokyo 2020. Ini tentu saja merujuk pada gaya satwa tersebut yang acapkali terlihat mengangkat satu kakinya.


Namun, apakah gaya angkat kaki itu sebenarnya aman secara khusus ketika melakukan angkatan, dengan bobot yang juga berlipat dari berat badan? Li Fabin tahu mengenai risikonya dan sudah mewanti-wanti agar tak ada yang meniru gayanya itu.

"Aku tahu gerakan ini bikin penonton semangat, tapi aku tidak menyarankan orang melakukan gerakan serupa. Itu bisa membuat cedera," kata Li Fabin dikutip Metro.co.uk, yang juga mengaku punya otot terlatih untuk melakukan gaya tersebut.

Buat Li Fabin, Olimpiade Tokyo 2020 adalah gelaran Olimpiade pertamanya. Tapi sebelum ini ia juga sudah banyak unjuk gigi di kelas 61 kg dan sebelum itu 56 kg, antara lain pada kejuaraan Asia dan kejuaraan dunia. Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2019 di Pattaya, Thailand, ia meraih medali emas.

(krs/cas)