Cedera Tak Halangi Rahmat Erwin Raih Medali di Olimpiade

Mercy Raya - Sport
Rabu, 28 Jul 2021 20:14 WIB
Tokyo -

Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah sukses meraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020. Padahal ia sempat mengalami cedera.

Tampil di Tokyo International Forum, Rabu (28/7/2021), Rahmat yang masuk dalam Grup B kelas 73 kg, sejatinya telah memastikan peringkat satu. Ia tampil terbaik di Grup B usai membukukan total angkatan 342 kg. Dia mencatat angkatan snatch terbaik 152 kg dan angkatan clean and jerk 190 kg.

Untuk mendapat medali perunggu, Rahmat harus menunggu hasil dari pertandingan Grup A yang berlangsung pada sore harinya. Tapi setelah diakumulasikan, Rahmat menjadi terbaik ketiga.

Hasil tersebut sekaligus menjadi angkatan terbaik dalam kariernya. Sebelumnya, Rahmat memiliki angkatan snatch terbaik 148 kg dan clean and jerk 187 kg. Dengan penambahan beban 7 kg di kedua jenis angkatan itu, total angkatan Rahmat yang tadinya 335 kg naik menjadi 342 kg.

"Cukup puas dengan angkatan hari ini. Kini tinggal menunggu Grup A dan semoga saya bisa mendapatkan medali," kata Rahmat dalam keterangan tertulisnya sebelum memastikan perunggu.

TOKYO, JAPAN - JULY 28:  Bronze medalist Rahmat Erwin Abdullah of Team Indonesia poses with the bronze medal during the medal ceremony for the Weightlifting - Men's 73kg Group A on day five of the Tokyo Olympic Games at Tokyo International Forum on July 28, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Chris Graythen/Getty Images)Rahmat Erwin Abdullah (Getty Images/Chris Graythen)

Tapi selanjutnya, Rahmat Erwin Abdullah berhasil dan membuktikan dirinya mampu bersaing di level atas. Padahal sebelumnya lifter berusia 21 tahun sempat mengalami kendala saat pertandingan.

Hamstring paha kanannya cedera saat melakukan pemanasan clean and jerk. Hal ini pula yang menyebabkan dirinya tidak bisa melakukan angkatan maksimal, termasuk saat tak berhasil melakukan angkatan clean and jerk 190kg pada percobaan kedua.

"Saya juga tidak tahu mengapa paha Belakang saya cedera. Tidak pernah sebelumnya seperti ini. Kalau dalam kondisi normal, saya mungkin bisa mengangkat 200 kg clean and jerk. Padahal waktu angkatan snatch sudah berada enak banget, power-nya juga sudah dapat" ujar Rahmat.

Rahmat menjadi lifter ketiga yang berhasil menyumbangkan medali untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo. Sebelumnya ada Windy Cantika Aisah di kelas 49 kg. Dia juga menyumbangkan medali perunggu. Sementara medali perak diraih lifter Eko Yuli Irawan di kelas 61 kg.

(mcy/aff)