Rasis! Komentator Ini Bilang Atlet Korea Sipit, Susah Main Tenis Meja

Kris Fathoni W - Sport
Kamis, 29 Jul 2021 19:09 WIB
LONDON - JULY 12: General views of the Olympic Village at the Olympic Park on July 12, 2012 in London, England. (Photo by Scott Heavey/Getty Images)
Rasis! Komentator Ini Bilang Atlet Korea Sipit, Susah Main Tenis Meja. Foto: Getty Images/Scott Heavey
Jakarta -

Seorang komentator Olimpiade Tokyo 2020 menuai sorotan tajam setelah melontarkan komentar rasis di siaran televisi. Ia bilang atlet Korea Selatan tak bisa main tenis meja karena matanya sipit!

Seperti dilansir Metro.co.uk, hal tidak patut itu dilakukan oleh jurnalis Dimosthenis Karmiris yang sedang tampil live dalam sebuah acara olahraga di stasiun televisi Yunani, ERT.

Saat itu ada pertandingan tenis meja Olimpiade Tokyo 2020 yang melibatkan Jeoung Youngsik dari Korea Selatan dan atlet Yunani Panagiotis Gionis. Ketika ditanya mengenai kemampuan tenis meja atlet Negeri Ginseng, Karmiris memberi jawaban mengejutkan.

"Orang Korea tak bisa main tenis meja," katanya.

"Mata mereka sedemikian sipit, jadi aku tak paham bagaimana mereka bisa melihat pergerakan bolanya."

Pernyataan Dimosthenis Karmiris itu sontak menuai reaksi dan sorotan tajam, khususnya di media sosial Twitter. Si jurnalis disebut rasis.

"Sekarang tahun 2021 dan seperti ini pernyataan seorang presenter TV negara terhadap pemain tenis meja Asia," kata seorang netizen yang membagikan ulang video tersebut.




"Benar-benar konyol. Dan kita masih saja bertanya-tanya darimana rasisme sistemik ini berasal," timpal yang lain.

Menyusul kontroversi di tayangan Olimpiade Tokyo 2020 tersebut, stasiun televisi ERT langsung bereaksi. Mereka menyatakan sudah memutus hubungan kerja sama dengan si jurnalis rasis.

"Komentar-komentar rasis tak punya tempat di televisi umum. Kolaborasi ERT dan Dimosthenis Karmiris hari ini sudah berakhir, segera setelah acara tersebut.

(krs/mrp)