Blak-blakan Rahmat Erwin Abdullah

Cuaca, Cedera, dan Prestasi Ganda Rahmat di Olimpiade Tokyo

Deden Gunawan - Sport
Jumat, 30 Jul 2021 07:00 WIB
Jakarta -

Rahmat Erwin Abdullah, 21 tahun, menjadi atlet ketiga di cabang olahraga angkat besi yang menyumbangkan medali bagi Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo, Rabu (28/7/2021) malam. Dua atlet sebelumnya, Windy Cantika Aisyah dan Eko Yuli Irawan mempersembahkan medali perunggu dan perak.

Turun di kelas 73 kg total angkatan Rahmat Erwin Abdullah mencapai 342 kg, masing-masing 152 kg di angkatan snatch, dan 190 kg untuk clean & jerk. Atas prestasinya itu dia diganjar medali perunggu.

"Sebetulnya masih sedikit di bawah target sih. Seharusnya saya masih bisa mengangkat beban 195-199 kilogram," kata Rahmat saat berbincang dengan detikcom via aplikasi zoom, Kamis malam (29/7/2021).

Ada perjuangan tersendiri bagi Rahmat untuk mencapai prestasi tersebut. Seperti atlet lainnya, dia juga mengeluhkan panasnya suhu kota Tokyo yang melebihi Jakarta dan kampung halamannya, Makassar.

"Panasnya sekali memang, saya sampai demam. Tapi sengaja gak cerita ke pelatih dan dokter," ujarnya.

Saat pemanasan beberapa jam sebelum bertanding, Rahman Erwin Abdullah juga sempat mengalami cedera hamstring di bagian paha belakang saat melakukan pemanasan menjelang angkatan clean & jerk. Dengan dukungan sang ayah yang juga pelatihnya plus motivasi pribadi untuk mendapatkan medali membuat emosinya membara, melupakan rasa sakit.

Salah satu motivasi terkuat yang mendorongnya untuk terus bertanding adalah keinginan untuk merasakan apa yang tidak sempat dirasakan oleh sang ayah sebagai sesama lifter.

"Saya berlatih, bertanding, menahan sakit, semuanya buat orang tua. Saya sayang kalian," kata putra tunggal pasangan Erwin Abdullah dan Ami Asum Budiono itu.

Menurut Erwin, pada 2004 dirinya menjadi anggota delegasi ke Olimpiade di Athena, Yunani. Tapi empat hari menjelang hari "H" dia cedera dan dilarang berlatih dan bertanding oleh tim dokter. Dia pun memutuskan pensiun, dan pada 2008 menjadi pelatih angkat besi di Makassar.

Sebagai ayah, Erwin Abdullah menilai putra tunggalnya itu meraih dua prestasi sekaligus di Olimpiade Tokyo: bertanding dan sekaligus meraih medali. Dua hal yang tak sempat dilaluinya di Athena.

Pada bagian lain Rahmat Erwin Abdullah mengungkapkan berbagai hadiah atau bonus yang bakal diterimanya, baik dari Pemprov maupun perusahaan swasta. Dia juga mengungkapkan hubungannya dengan sesama atlet angkat besi, Windy Cantika Aisyah yang sama-sama meraih perunggu. Benarkah ada hubungan spesial di antara mereka? Simak selengkapknya di Blak-blakan.

(deg/ran)