Klaim Doping Muncul di Cabor Renang Olimpiade Tokyo 2020

Yanu Arifin - Sport
Jumat, 30 Jul 2021 20:40 WIB
TOKYO, JAPAN - JULY 30: Ryan Murphy of Team United States competes in the Mens 200m Backstroke Final on day seven of the Tokyo 2020 Olympic Games at Tokyo Aquatics Centre on July 30, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Maddie Meyer/Getty Images)
Ryan Murphy saat bertanding di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Maddie Meyer/Getty Images)
Jakarta -

Tudingan doping di Olimpiade Tokyo 2020 terdengar. Dari cabang renang, isu kontroversial itu mencuat.

Hal itu dilontarkan perenang Amerika Serikat, Ryan Murphy, usai kalah di nomor gaya punggung 200 meter putra pada Jumat (30/7/2021). Ia kalah dari perenang Rusia, Evgeny Rylov.

Dalam pertandingan di Tokyo Aquatics Center, Murphy hanya meraih perak karena finis kedua dengan catatan waktu 1 menit 54.15 detik. Sementara emas digondol Rylov, yang mencatat waktu 1 menit 53.27 detik, yang menjadi rekor waktu di Olimpiade.

Bagi Murphy, ini kekalahan keduanya dari Rylov di Olimpiade Tokyo. Sebab, ia juga kalah di nomor 100 meter..

Murphy, yang gagal mempertahankan dua medali emas yang diraihnya di Rio de Janeiro lima tahun lalu, rupanya menyinggung soal doping usai perlombaan. Ia menilai, cabang renang dinilai tidak bersih.

"Saya punya 15 pikiran, 13 di antaranya akan membuat saya mendapat banyak masalah. Begitulah. Saya mencoba untuk tidak terjebak dalam hal itu," katanya dilansir Guardian.

"Ini menguras mental saya sepanjang tahun, bahwa saya berenang dalam perlombaan yang mungkin tidak bersih dan memang seperti itu," ujarnya.

Ryan Murphy kemudian mengklarifikasinya di konferensi pers. Ia tak bermaksud menuding Evgeny Rylov mengenakan doping, setelah Rusia memang sempat diguncang skandal doping sistemik beberapa tahun lalu.

"Saya harus jelaskan...niat saya bukan untuk membuat tuduhan apa pun di sini," katanya.

"Selamat untuk Luke dan Evgeny. Mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa, mereka berdua perenang yang sangat berbakat," jelasnya.

Komentar soal doping juga dilontarkan Luke Greenback, yang finis di posisi ketiga dan harus puas meraih perunggu. Sama seperti Murphy, ia tak menyinggung Rylov, meski jelas berbicara soal skandal doping di Rusia.

"Ini membuat saya frustrasi, mengetahui ada skandal doping disponsori negara sedang berlangsung," katanya.

Rusia memang menjadi sorotan di Olimpiade Tokyo 2020. Sanksi doping dari WADA membuat mereka tak diperbolehkan menggunakan nama negaranya.

Atlet Rusia bersaing di Olimpiade tahun ini di bawah bendera Komite Olimpiade Rusia. Para atletnya tidak mengibarkan bendera atau dinyanyikan lagu kebangsaan ketika menang di Tokyo.

Rylov sendiri mengaku menjadi atlet yang bersih. Ia juga menegaskan tak terganggu dengan isu yang dibahas kedua lawannya.

"Saya selalu mendukung kompetisi yang bersih. Saya diuji. Saya mengisi semua formulir. Saya mendukung olahraga bersih. Saya telah mengabdikan seluruh hidup saya untuk (olahraga) ini," kata Evgeny Rylov.

"Ryan memiliki semua hak untuk berpikir seperti yang dia lakukan dan mengatakan apa yang dia lakukan," katanya.

(yna/cas)