Olimpiade Tokyo 2020: Jamaika Sapu Bersih Medali Lari 100 Meter Putri!

Adhi Prasetya - Sport
Minggu, 01 Agu 2021 06:30 WIB
TOKYO, JAPAN - JULY 31: (L-R) Shelly-Ann Fraser-Pryce, Elaine Thompson-Herah and Shericka Jackson of Team Jamaica celebrate after completing a podium sweep in the Womens 100m Final on day eight of the Tokyo 2020 Olympic Games at Olympic Stadium on July 31, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Matthias Hangst/Getty Images)
Tiga pelari Jamaika mendominasi 100 meter putri Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Getty Images/Matthias Hangst
Tokyo -

Jamaika menyapu bersih medali cabang atletik 100 meter putri Olimpiade Tokyo 2020. Tak hanya itu, rekor baru pun tercipta di ajang empat tahunan tersebut.

Bertanding di Japan National Stadium, Sabtu (31/7/2021), Jamaika meloloskan tiga wakilnya ke final, yakni Elaine Thompson Herah, Shelly-Ann Fraser-Pryce, dan Shericka Jackson.

Bersaing dengan 5 sprinter lainnya, ketiganya berhasil finis terdepan, bahkan dengan catatan waktu fantastis. Thompson Herah finis di urutan pertama dengan catatan waktu 10,61 detik.

TOKYO, JAPAN - JULY 31: Elaine Thompson-Herah of Team Jamaica poses for a photo after winning the gold medal and setting a new Olympic record in the Women's 100m Final on day eight of the Tokyo 2020 Olympic Games at Olympic Stadium on July 31, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Christian Petersen/Getty Images)Catatan waktu Thompson Herah menjadi rekor baru di Olimpiade nomor lari 100 meter putri. Foto: Getty Images/Christian Petersen

Ini merupakan medali emas Olimpiade kedua bagi sprinter 29 tahun itu di nomor 100 meter, setelah sebelumnya memenangi gelar serupa di Rio de Janeiro 2016.

Tak cuma itu, Thompson Herah memecahkan rekor milik sprinter Amerika Serikat, Florence Griffith Joyner, yang sudah berusia 33 tahun. Mendiang Joyner mencatat waktu 10,62 detik saat memenangi medali emas 100 meter putri di Olimpiade Seoul 1988.

"Saya bisa saja lebih cepat, kalau saja saya tak merayakannya lebih cepat," ujar Thompson Herah, dikutip The Guardian. Ia kini tinggal membidik rekor Joyner yang lain, yakni 10,49 detik yang dicatat di luar Olimpiade.

"Itu menunjukkan masih ada yang bisa dikejar, dan semoga saya bisa melewati catatan waktu tersebut (di masa depan)," lanjutnya.

Sementara itu, medali perak direbut Fraser-Pryce yang mencatat waktu 10,74 detik. Ini menjadi medali Olimpiade keempat untuknya di nomor 100 meter putri. Sebelumnya, sprinter 34 tahun itu meraih medali emas di tahun 2008 dan 2012, serta perunggu di tahun 2016.

Jackson menjadi pelengkap dominasi Jamaika dengan finis ketiga, menorehkan waktu 10,76 detik. Ini merupakan catatan terbaiknya di nomor 100 meter, sekaligus medali pertama di nomor tersebut.

Dominasi Jamaika di Olimpiade nomor 100 meter putri sebelumnya pernah terjadi di Olimpiade Beijing 2008. Saat itu, ada Fraser-Pryce, Sherone Simpson, dan Kerron Stewart yang menguasai podium.

Simpson dan Stewart bahkan dikalungi medali yang sama oleh panitia, yakni perak. Hal itu disebabkan mereka finis dengan catatan waktu yang sama, yakni 10,98 detik.

(adp/raw)