Legenda Korsel Jin Jong-oh Minta Maaf Usai Tuduh Atlet Iran 'Teroris'

Okdwitya Karina Sari - Sport
Minggu, 01 Agu 2021 12:09 WIB
ASAKA, JAPAN - JULY 24: Jongoh Jin of Team South Korea during the 10m Air Pistol Mens event on day one of the Tokyo 2020 Olympic Games at Asaka Shooting Range on July 24, 2021 in Asaka, Saitama, Japan. (Photo by Kevin C. Cox/Getty Images)
Legenda menembak Korea Selatan Jin Jong-oh minta maaf karena menyebut rival 'teroris'. (Foto: Getty Images/Kevin C. Cox)
Seoul -

Legenda menembak Korea Selatan Jin Jong-oh minta maaf. Jin baru-baru ini menuduh juara menembak Iran Olimpiade Tokyo 2020, Javad Foroughi, sebagai teroris.

Foroughi tampil cemerlang untuk meraih medali emas di nomor 10 Meter Air Pistol Putra pada 24 Juli lalu. Namun, sukses atlet berusia 41 tahun itu digugat oleh Jin dan organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Iran.

Jin menyebut Foroughi 'teroris' karena pernah menjadi anggota dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang dilabeli sebagai teroris pada 2019 oleh Amerika Serikat. Sedangkan organisasi HAM di Iran, United for Navid, ikut mendesak agar medali emas Foroughi agar dicopot.

"Bagaimana bisa seorang teroris jadi pemenang pertama? Itu adalah hal paling absurd dan konyol," kata Jin belum lama ini.

Rupanya ada fakta baru tentang Javad Foroughi. Menurut data siaran lokal Iran, Foroughi mengaku pernah menjadi petugas medis di IRGC sekitar tahun 2013. Foroughi juga pernah diterjunkan di perang sipil Suriah sebagai petugas medis selama beberapa kali untuk periode waktu selama beberapa pekan sampai sebulan.

Iran sendiri memang menerapkan kebijakan wajib militer bagi warga negara pria dewasa selama dua tahun, apakah bergabung di Republican Army atau IRGC. Sedangkan menurut pemberitaan AP, Foroughi saat ini bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit di Teheran, ibukota Iran.

Kedutaan Besar Iran di Korsel membela Javad Foroughi dari tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Mereka meluruskan tuduhan seputar IRGC.

"Revolutionary Guard Corps itu pilar militer resmi dari Republik Islam Iran, yang melindungi negara dan rakyatnya dan memainkan peran penting dalam membangun keamanan di Timur Tengah," bunyi pernyataan yang dikeluarkan Kedubes Iran pada Jumat (30/7/2021).

Jin Jong-oh lantas minta maaf karena telah menimbulkan kegaduhan ini selepas berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.

"Saya minta maaf karena telah menyebabkan kontroversi dengan komentar yang tidak pantas dalam sebuah wawancara dengan media ketika saya tiba di bandara internasional Incheon," kata mantan peraih enam medali menembak Olimpiade itu dikutip SBS.

"Saya sangat menyesal akan hal ini dan saya minta maaf kepada Foroughi yang sudah terluka karena komentar-komentar saya."

Jin Jong-oh sendiri memburu medali ketujuh di Olimpiade Tokyo 2020. Namun, Jin gagal mencapai final di nomor 10 Meter Air Pistol putra dan 10 Meter Pistol campuran.



Simak Video "Kasus Baru Melonjak! Corona Varian Delta Hantui Olimpiade Tokyo"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/aff)