Peringkat Indonesia di Olimpiade Tokyo Jadi Catatan Terburuk Kedua

Mercy Raya - Sport
Minggu, 08 Agu 2021 17:16 WIB
CHOFU, JAPAN - JULY 21: A general view of a badminton court with the Tokyo Olympic logo at Musashino Forest Sport Plaza ahead of the Tokyo 2020 Olympic Games on July 21, 2021 in Chofu, Tokyo, Japan. (Photo by Lintao Zhang/Getty Images)
Peringkat Indonesia di Olimpiade Tokyo Jadi Catatan Terburuk Kedua (Getty Images)
Jakarta -

Indonesia saat ini menempati urutan ke-55 di hari terakhir Olimpiade Tokyo 2020. Peringkat ini menjadi catatan terburuk kedua setelah Olimpiade London 2012.

Olimpiade dalam hitungan jam akan secara resmi ditutup pelaksanaannya pada Minggu (8/8/2021). Menukil klasemen Olympics.com, Indonesia berada di peringkat 55 dari sejumlah negara-negara yang mengikuti multievent terbesar di dunia tersebut.

Jumlah itu sudah menyesuaikan torehan medali yang didapat Indonesia yaitu satu medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu. Sebab, kontingen Indonesia sudah tidak memiliki agenda pertandingan lagi.

Kendati dalam perolehan medali lebih baik dari Olimpiade sebelumnya, urutan ini menjadi yang terburuk kedua sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam delapan kali Olimpiade.

Terburuk pertama saat Indonesia gagal meraih medali emas di Olimpiade London 2012. Saat itu, kontingen hanya mendapat dua medali perak dan satu medali perunggu. Akibatnya, posisinya terperosok ke peringkat 60.

Peringkat terbaik diraih Indonesia saat Olimpiade 1992 yakni berada di urutan ke-24. Saat itu Indonesia meraih dua medali emas, dua medali perak dan satu medali perunggu. Emas berhasil direbut Susy Susanti dan Alan Budikusuma dari bulutangkis nomor tunggal putri dan tunggal putra Indonesia.

Pada empat tahun berikutnya, urutan Indonesia menurun ke peringkat 41 klasemen setelah meraih satu medali emas, satu medali perak, dan dua perunggu.

Merah Putih berhasil memperbaiki catatan klasemen setelah berhasil menempati urutan ke-38 pada Olimpiade 2000. Saat itu, mereka raih satu medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu.

Pada 2004 dan 2008, hasil Indonesia rupanya tak kembali membaik. Merah Putih kembali terpuruk di peringkat 48 dan 40 negara-negara Olimpiade.

Pada 2004, Indonesia meraup empat medali. Rinciannya satu emas dari pebulutangkis tunggal putra Taufik Hidayat, selain itu ada persembahan satu perak, dan dua medali perunggu.

Sedangkan pada 2008, perolehan medalinya lebih banyak yaitu enam keping, yang terdiri dari satu medali emas, satu medali perak, dan empat medali perunggu.

Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Indonesia berada di peringkat 46. Satu emas dipersembahkan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Serta dua perak dari lifter Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni.

(aff/aff)