Begini Sejarah Angkat Beban, Olahraganya Para Ksatria

Jihaan Khoirunnisaa - Sport
Rabu, 18 Agu 2021 11:49 WIB
angkat besi
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Baru-baru ini Indonesia berhasil memenangkan 2 medali dari olahraga angkat beban di Olimpiade Tokyo 2020. Namun tahukah Anda sejarah dari olahraga yang disebut sebagai olahraganya para kesatria ini?

Anda mungkin beranggapan angkat beban lahir karena ada gym. Padahal, olahraga ini sudah dilakukan bahkan sebelum fasilitas olahraga seperti gym ada. Mengutip dari Very Well Fit, sejumlah peninggalan sejarah menunjukkan Mesir merupakan negara tempat lahirnya olahraga angkat beban, kemudian menyebar ke Roma dan Yunani.

Kala itu obyek beban yang digunakan lebih sederhana, seperti karung pasir. Orang-orang akan mengangkat 1 buah karung dengan 1 tangan dan menahannya di atas kepala selama beberapa waktu.

Sementara di China angkat beban digambarkan sebagai olahraganya para prajurit karena mereka harus berperang dengan menggunakan tangan kosong, seperti dikutip dari Physical Culture Study. Hal ini tentu membuat kekuatan fisik menjadi hal utama yang harus dimiliki seorang pejuang. Sehingga dibuatlah latihan yang dapat meningkatkan kekuatan serta kecepatan agar siap untuk berperang.

Namun, tak hanya terbatas untuk kalangan prajurit saja. Olahraga angkat beban juga digemari masyarakat pedesaan di sana. Olahraga ini sering disebut sebagai Qiao Guan. Bedanya, Qiao Guan tidak menggunakan barbel, melainkan mengangkat gagang pintu yang berat dengan 1 tangan.

Kemudian angkat besi mulai menjadi salah satu cabang olahraga yang diperlombakan dalam ajang Olimpiade modern pertama. Kompetisi tersebut digelar pada tahun 1986 dan diikuti oleh 245 atlet dari 14 negara. Saat itu, hanya atlet pria yang diizinkan berpartisipasi. Barulah 100 tahun kemudian di Olimpiade Sydney tahun 2000 mulai terbuka untuk olahraga angkat beban bagi atlet wanita.

Meski begitu ternyata perjalanan olahraga ini di ajang Olimpiade tidaklah mulus. Setelah muncul perdana di tahun 1896, olahraga angkat beban sempat tidak dimasukkan dalam kompetisi di tahun 1900. Kemudian, angkat beban kembali muncul pada 1904, namun tak lama menghilang lagi dan baru kembali pada Olimpiade yang digelar tahun 1920.

Saat ini, atlet angkat besi pria dapat bertanding dalam 7 kelas di Olimpiade, mulai dari kelas 61 kilogram hingga 109+ kilogram. Sementara kelas angkat besi bagi atlet wanita, yakni mulai dari 49 kilogram hingga 87+ kilogram.

Tentu dibutuhkan kekuatan untuk mengangkat semua itu. Tetapi dengan latihan yang cukup, para atlet angkat beban mampu untuk mengangkat beban-beban tersebut.

Seperti para atlet olahraga angkat beban yang kuat, Samsung terus mengembangkan produk barunya menjadi lebih tangguh dari pendahulunya. Salah satunya Samsung Galaxy Z Fold3 yang punya body armor aluminium yang digadang-gadang sebagai bahan paling kuat yang pernah dipakai sebuah ponsel.

Ketahanannya ini makin disempurnakan dengan lapisan antigores Corning Gorilla Glass Victus pada bagian layar depan dan bodi belakang. Dengan begitu dapat memberikan perlindungan terkuat terhadap goresan serta kejatuhan yang tidak diharapkan.

Di samping itu pada bagian layar utama, Samsung memberikan lapisan baru yang lebih kuat hingga 80%. Jadi pengguna tetap aman saat menulis di atasnya menggunakan S Pen. Sementara sistem engselnya pun semakin diperketat dengan penggunaan bahan yang lebih keras dan toleransi lebih tinggi.

Samsung Galaxy Z Fold3 akan diluncurkan pada 27 Agustus mendatang di sejumlah kawasan, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Korea Selatan. Setiap pre-order untuk Samsung Galaxy Z Fold3, kamu bisa mendapatkan perlindungan Samsung Care+22, layanan perbaikan premium dari Samsung, selama setahun.

Untuk informasi lebih lanjut klik laman ini.

(mul/mpr)