Perpres Desain Besar Olahraga Nasional Dinilai Jadi Angin Segar untuk RI

Syahputra Eqqi - Sport
Sabtu, 11 Sep 2021 21:52 WIB
Ketua Umum Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), Hayono Isman
Foto: CNN Indonesia/Muhammad Arby Rahmat Putratama H.
Jakarta -

Ketua Umum Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Nasional, Hayono Isman, menyambut baik dengan ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) oleh Presiden Joko Widodo tepat pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2021.

"Kita mendapat angin segar dengan ditandatanganinya Perpres oleh bapak Presiden Joko Widodo mengenai Desain Besar Olahraga Nasional, kami terharu sekaligus gembira, bahagia atas Perpres DBON ini," kata Isman dalam keterangan tertulis

Dalam acara Launching Fornas 2022, Kamis (9/9) kemarin, Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini menegaskan, dengan adanya DBON yang diprakarsai Menpora Zainudin Amali, maka olahraga di Indonesia kembali diperhatikan secara serius.

"Dengan adanya DBON, Insya Allah akan memperkuat prestasi olahraga kita. Olahraga yang kuat, berprestasi, dan jaya. Oleh karena itu, kami menyambut baik semangat bapak Menpora Zainudin Amali untuk mengembalikan prestasi olahraga Indonesia," tambah Isman.

Selain itu, Isman juga menyampaikan apresiasi dan rasa kagumnya kepada Menpora atas keberaniannya yang hanya memberikan penghargaan kepada atlet-atlet yang meraih prestasi Olimpiade dan Paralimpiade.

"Jadi artinya olahraga berfokus pada prestasi, bagaimana bisa meraih prestasi yang lebih tinggi, di tingkat Olimpiade dan Paralimpiade. Kalau juara SEA Games kita sudah sering," jelas Isman.

Lebih lanjut, Isman juga merasa optimis ke depannya Indonesia tidak hanya meraih medali emas di cabang olahraga Bulutangkis saja, namun juga cabang olahraga lainnya seperti Panahan dan Angkat Besi.

Sementara itu, Amali memastikan bahwa dalam DBON tidak hanya memuat masalah prestasi. Namun juga mengatur desain pembinaan olahraga nasional.

"Desain Besar Olahraga Nasional tidak hanya masalah prestasi yang tertuang di dalamnya. Tetapi juga termasuk pembinaan. Makanya saya sampaikan tadi, ini mengatur dari hulu ke hilir. Dan hulunya itu tentu lahir dari aktivitas-aktivitas induk-induk organisasi yang berhimpun dalam Kormi," ujar Menpora Amali.

Amali meyakini dengan meningkatnya kebugaran masyarakat, maka akan sangat mudah untuk mendapatkan talenta-talenta dan bibit-bibit atlet yang nantinya akan dibina untuk menjadi atlet internasional.

"Hanya dari masyarakat sehat dan bugar akan tumbuh bibit-bibit atlet yang kita harapkan bisa berprestasi di tingkat Olimpiade dan Paralimpiade," tutup Amali.

(mul/mpr)