Banyak Atlet Usia Sekolah, DPRD Jateng Siapkan Sekolah Kurikulum Khusus

Khoirul Anam - Sport
Kamis, 16 Sep 2021 10:00 WIB
DPRD Jateng
Foto: DPRD Jateng
Jakarta -

DPRD Jawa Tengah sedang mempersiapkan pembentukan sekolah berkurikulum atlet dalam rangka pembinaan kepada para atlet. Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman menyampaikan pendidikan sekolah tidak bisa dipisahkan dengan pembinaan atlet.

Ia mengungkapkan bahwa hampir semua atlet di Jateng masih berusia sekolah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan khusus untuk mendukung potensi sebagai atlet di bidang yang digeluti.

Hal ini diungkap Sukirman dalam Dialog Parlemen DPRD Jateng dengan tema 'Emas PON dan Masa Depan Atlet' yang digelar pada Selasa (14/9). Hadir dua narasumber lainnya adalah Plt Ketua KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana dan Kepala Dinas kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jateng Sinoeng N Rachmadi.

"Nah, pendidikan anak-anak ini kan tidak bisa disamakan dengan siswa pada umumnya. Kalau masih kuliah, ya ada jaminan SKS-nya, beasiswa. Kurikulum anak-anak yang menjadi atlet ini baiknya juga dibedakan. Bahkan Jateng bisa memunculkan SMK yang khusus olahraga (atlet). Ini bisa jadi terobosan baru," kata Sukirman dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).

Adapun Sukirman juga mengatakan pihaknya memberikan dukungan melalui anggaran. Meski demikian, ia mengaku, dengan keterbatasan anggaran APBD, maka dukungan belum dapat disebut maksimal.

Oleh karena itu, kata dia, DPRD Jateng mendorong pihak swasta agar turut andil dalam pengembangan olahraga prestasi di wilayahnya.

Lebih lanjut, mengenai kesiapan Jateng menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, ia mengungkapkan, pihaknya telah mengecek kondisi di lokasi. Secara teknis, kata dia, sarana-prasarana venue sudah siap meski penginapan dan transportasi cukup terbatas.

Ia juga menegaskan, kontingen PON Jateng sudah mempersiapkan diri berlaga dan meraih medali sesuai target yang telah ditetapkan. Salah satunya di ajang sepatu roda.

"Saya pengampu olahraga sepatu roda, target dua emas. Minta doa agar target meleset jadi tiga emas," kata dia.

Sementara itu, Plt Ketua KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana menyampaikan target kontingen Jateng di ajang PON Papua sebanyak 45 medali emas. Adapun target itu bertambah 13 emas dibandingkan perolehan medali emas Jateng pada PON sebelumnya.

Menurutnya, untuk mempertahankan posisi lima besar PON dibutuhkan kerja ekstra dari kontingen Jateng. Hal ini karena perolehan medali dari Jateng pada PON lalu terpaut cukup jauh dibandingkan Jawa Barat (217 medali emas), Jawa Timur dan DKI Jakarta (123 medali emas), Jateng (32 medali emas), dan Kalimantan Timur (25 medali emas). Bona menegaskan, beberapa cabor yang ditarget mendulang emas bagi Jateng, di antaranya adalah wushu dan menembak.

Adapun kata dia dalam pembinaan atlet diperlukan langkah berkesinambungan, termasuk memberikan jaminan bagi masa depan atlet.

"Atlet bisa sejahtera manakala berprestasi. Atlet bisa berprestasi manakala ada tata kelola yang baik. Acuannya anggaran dasar dan rumah tangga yang baik dan tata kelola keuangan yang baik," ujar Bona.

Kepala Dinas kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jateng Sinoeng N Rachmadi mengatakan arah kebijakan yang dilakukan pemerintah provinsi dan DPRD Jateng sesuai dengan jalur pengembangan dan pembinaan atlet.

"Dukungan anggaran juga sudah nampak. Termasuk nanti ada bonus bagi yang meraih medali," kata dia.

Lihat juga Video: Pulang ke Bali, Atlet Powerlifting Ni Nengah Diganjar Rp 50 Juta

[Gambas:Video 20detik]



(mul/mpr)