Dapat Anggaran Rp 1,9 Triliun, Menpora Fokus Dorong Pelaksanaan DBON

Inkana Izatifiqa R Putri - Sport
Selasa, 21 Sep 2021 22:44 WIB
Kemenpora
Foto: Dok. Kemenpora
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menghadiri rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta hari ini. Rapat kerja ini membahas soal RKA-K/L TA 2022 sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran DPR RI.

Dalam rapat tersebut, Amali mengapresiasi putusan Komisi X DPR yang menyetujui pagu definitif Kemenpora TA 2022 sebesar Rp 1.948.783.392.000.

"Terima kasih dan apresiasi atas persetujuan pagu Kemenpora RI TA 2022. Kami berharap ini bisa dikawal dan kami memohon kemitraan kita ini benar-benar terbangun dengan baik. Kemudian, jika Kemenpora mendapatkan hasil yang baik, maka Komisi X juga demikian," kata Amali dalam keterangan tertulis, Selasa (21/9/2021).

Dalam pemaparannya, Amali menyampaikan kebijakan baru dalam postur RKA-K/L TA 2022 pada program kepemudaan. Hal ini meliputi koordinasi data kepemudaan guna memastikan data yang valid di tingkat nasional dan daerah. Adapun koordinasi ini berfungsi sebagai indikator kinerja outcome dan orientasi setiap asdep terkait kepemudaan.

"Menganalisa dan memproyeksi data yang dimaksud baik secara nasional maupun daerah. Merumuskan strategi, target dan indikator kinerja outcome dengan pemerintah daerah dan K/L. Melakukan pilot project di lokus yang capaian pembangunan kepemudaannya masih rendah sesuai dengan data yang telah dianalisis. Intervensi dilakukan dengan justifikasi yang tepat baik melalui affirmative policy action ataupun dengan reward," paparnya

"Lalu, memberikan penghargaan kepada individu atau organisasi yang layak untuk mendapatkannya. Melakukan kerja sama internasional sebagai dukungan keterlibatan pemuda Indonesia di forum internasional, dalam rangka menangani indikator kinerja outcome," imbuhnya.

Selain itu, dalam postur RKA-K/L TA 2022 juga terdapat kebijakan pada program keolahragaan. Anggaran dalam program keolahragaan ini, lanjut Amali, nantinya akan difokuskan pada pelaksanaan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

"Secara garis besar, meningkatkan partisipasi aktif berolahraga dan tingkat kebugaran jasmani masyarakat, khususnya peserta didik pada satuan pendidikan. Meningkatkan pencapaian prestasi olahraga dunia fokus pada capaian peringkat pada Asian Games dan Asian Para Games di RRT sebagai persiapan menuju Olimpiade dan Paralimpiade 2024 Perancis," katanya.

Lebih lanjut Amali menjelaskan dalam program tersebut juga akan dilakukan pembinaan dan pengembangan industri olahraga nasional. Selain itu, dilakukan pula optimalisasi penggunaan produk dalam negeri. Dengan demikian, industri olahraga nasional mampu berperan aktif dalam pembinaan dan pengembangan olahraga nasional, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Serta, memperkuat tata kelola pembinaan dan pengembangan olahraga nasional yang modern,sistematis, sinergi, akuntabel, berjenjang, dan berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi olahraga, dunia usaha dan industri, dan masyarakat yang didukung oleh big data analytics olahraga nasional," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda menyampaikan pihaknya bersama Kemenpora menyepakati soal program strategis nasional yang akan dilaksanakan Kemenpora. Mengingat program tersebut sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat. Meski demikian, ia berharap seluruh program dapat dilaksanakan sesuai RAPBN TA 2022.

"Pelaksanaan ini diharap dijalankan dengan baik dan memperhatikan saran, pandangan, dan usulan anggota Komisi X DPR RI sesuai pembahasan RAPBN TA 2022 yang telah dilakukan," tandasnya.

Diketahui, dalam raker tersebut, turut hadir Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto, Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Faisal, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti, serta sejumlah pejabat lainnya.

(akn/ega)