Jokowi Minta Race WSBK di Mandalika Dihadiri 20- 25 Persen Penonton

Mercy Raya - Sport
Selasa, 28 Sep 2021 14:25 WIB
Indonesia akhirnya masuk dalam kalender balap sementara MotoGP 2022. Dalam kalender itu, Sirkuit Mandalika di NTB bakal jadi tuan rumah MotoGP pada awal musim.
Sirkuit Mandalika. (Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Jakarta -

Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan agar pelaksanaan World Superbike di Sirkuit Mandalika dapat dihadiri 20-25 persen penonton.

Arahan itu disampaikan orang nomor satu di Indonesia tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Kita ada kegiatan nasional Superbike di Mandalika. Nah, sekarang kami sedang cek di lapangan karena itu arahan dari Bapak Presiden ada penonton 20 sampai 25 persen," kata Airlangga di sela-sela pembahasan perizinan gelaran kompetisi Liga 2 di luar pulau Jawa bersama Menpora Zainudin Amali dan PSSI, pada Selasa (28/9/2021).

"Dan persyaratan untuk ditonton adalah masyarakat di sekitar kota tempat pelaksanaan kegiatan sudah disuntik 70 persen untuk dosis pertama. Suntikan kedua tentu ditingkatkan. Tapi yang nonton dipersyarakatkan sudah dua kali disuntik (vaksinasi COVID-19). Tinggal kita menjaga ring keamanan di pertandingan karena ini jadi tantangan tersendiri dari segi keamanan dan kesehatan," dia menambahkan.

Menukil press release dari MGPA (Mandalika Grand Prix Association), jadwal World Superbike putaran Indonesia ini semula akan dilangsungkan 12-14 November, tapi digeser satu pekan menjadi 19-21 November 2021.

Hal ini karena adanya pertimbangan logistik dan juga pengiriman barang. Selain itu balapan ini diundur bukan hanya karena faktor teknis namun juga agar pelaksanaannya tidak bersamaan dengan final MotoGP yang berlansung di Valencia.

Tak hanya World Superbike, sebelumnya Airlangga juga membuka peluang kegiatan olahraga Indonesia lainnya digelar dengan kehadiran penonton meskipun dalam jumlah relatif kecil. Salah satunya Liga 2.

Ia bahkan telah meminta Menpora Zainudin Amali dan PSSI untuk melakukan pengkajian mendalam. Kendati untuk saat ini kompetisi masih berjalan tanpa penonton.

"Sekarang full tanpa penonton. Sambil berjalan akan diuji, di tes dan dievaluasi sambil menunggu hasil evaluasi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua. Kita lihat efek ke depannya seperti apa, karena Liga 2 ini bergulir sampai Desember," Airlangga menegaskan.

(mcy/krs)