PON Papua: Semangat Tak Mau Rugi Sri Mayasari Berbuah Medali

Femi Diah - Sport
Senin, 11 Okt 2021 18:37 WIB
Pelari Sumatera Selatan Sri Mayasari (kanan) beradu cepat masuk garis finis dengan pelari Bengkulu Hasruni (tengah) dan pelari-pelari lainnya dalam final lari 200 meter putri PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Senin (11/10/2021). Sri Mayasari meraih medali emas, sementara Hasruni meraih medali perak dan pelari DKI Jakarta Jeany Nuraini meraih medali perunggu. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom.
Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA
Timika -

Atlet Sumatera Selatan Sri Mayasari berhasil mengunci medali emas dari nomor lari 200 meter putri di PON XX/2021 Papua. Medali perak dan perunggu masing-masing menjadi milik wakil Bengkulu dan DKI Jakarta.

Sri finis terdepan dalam perlombaan final lari 200 meter putri di Stadion Atletik, Mimika Sport Complex, Senin (11/10/2021) petang. Atlet kelahiran Sekayu, Sumsel itu mencatatkan waktu 24,08 detik untuk menyelesaikan lintasan.

"Saya enggak menyangka dengan hasil ini. Sebab, dua tahun tidak ada kejuaraan karena Covid-19, sehingga tidak mengetahui peta kekuatan lawan," kata Sri usai perlombaan.

"Saya enggak mau rugi saja, sudah satu tahun persiapan intens di Palembang makanya harus membawa sesuatu dari sini," ujar pemilik rekor nasional lari 400 meter putri itu.

Sri tidak mempermasalahkan cuaca di Mimika saat tampil dalam perlombaan. Sebabnya, cuaca di Palembang juga mirip.

"Cuacanya sama saja dengan di Palembang, hujan panas bergantian," kata Sri.

Di belakangnya, finis kedua dan berhak mendapatkan medali perak, Hasruni dari Bengkulu finis dengan hanya selisih tiga detik. Hasruni mencatatkan waktu 24,11 detik.

Pelari Sumatera Selatan Sri Mayasari (tengah), pelari Bengkulu Hasruni (kiri), dan pelari DKI Jakarta Jeany Nuraini (kanan) berpose usai pengalungan medali lari 200 meter putri PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Senin (11/10/2021). Hasruni meraih medali perak, sementara pelari Sumatera Selatan Sri Mayasari meraih medali emas dan pelari DKI Jakarta Jeany Nuraini meraih medali perunggu. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom.Pelari Sumatera Selatan Sri Mayasari (tengah), pelari Bengkulu Hasruni (kiri), dan pelari DKI Jakarta Jeany Nuraini (kanan). Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA

Wakil DKI, Jeany Nuraini, yang gagal mendapatkan medali dari nomor 100 meter, tampil lebih sip di nomor lari 200 meter. Sprinter pelatnas itu meraih perunggu usai mencatatkan waktu 24 dan 61 detik.

"Ini kejutan, aku tidak menyangka bisa mendapatkan medali perunggu. Sebab, targetnya justru di lari 100 meter. Tetapi, di nomor itu malah gagal. Ini aku jadikan penebusan," ujar Jeanny.

"Lagipula sebenarnya aku kurang suka di nomor ini, tetapi hasilnya malah selalu lebih oke," dia menambahkan.

Jeanny mempersembahkan medali itu untuk ibundanya, pelatihnya Eni Nuraeni, dan Pengprov PASI serta KONI DKI Jakarta.

"Semoga aku bisa memperbaiki prestasi di nomor lari 100 meter ke kejuaraan-kejuaraan berikutnya," kata Jeany.

(fem/krs)