Langkah Terbaru Kemenpora Hadapi Sanksi WADA

Muhammad Robbani - Sport
Senin, 18 Okt 2021 13:30 WIB
Menpora Zainudin Amali
Langkah Terbaru Kemenpora Hadapi Sanksi WADA (dok Kemenpora)
Jakarta -

Kemenpora membentuk tim dari unsur NOC Indonesia dan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) untuk membereskan hukuman Badan Anti-Doping Dunia (WADA) ke Indonesia.

Sanksi World Anti-Doping Agency (WADA) baru-baru ini membuat Indonesia tak bisa mengibarkan bendera Merah-Putih setelah juara Piala Thomas 2020. Anthony Sinisuka Ginting, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Jonatan Christie, membawa Indonesia menang 3-0 atas China, Minggu (17/10/2021).

Sanksi WADA juga mengancam Indonesia tak bisa menggelar event-event internasional. Padahal Indonesia sudah ditunjuk menjadi tuan rumah beberapa event, dari World Superbike 2021 hingga MotoGP 2022.

"Pukul 10.00 (WIB) saya melakukan rapat koordinasi dengan internal Kemenpora. Kemudian dengan NOC Indonesia (ketum dan Sekjen), kemudian dengan LADI, menyikapi tentang tak diperbolehkannya bendera Merah Putih dikibarkan pada saat seremoni pemenang (Piala Thomas)," kata Menpora Zainudin Amala saat memberikan keterangan pers, Senin (18/10).

"Saya membentuk tim yang tugasnya ada 2. Pertama untuk melakukan akselerasi terhadap upaya kita supaya banned WADA terhadap LADi bisa segera diakhiri. Karena kalau LADI tetap di-banned itu akan berimbas ke kita," ujarnya.

"Dan juga menginvestigasi apa yang terjadi sebenarnya. Karena tak mungkin ujung kejadian itu tak ada penyebab. Ini akan dibuat tim dan dilaporkan sendiri kepada saya Menpora. nanti akan segera di SK-kan. tim ini akan berkomunikasi dengan WADA, NOC, perwakilan WADA Asia Pasifik harus dilakukan. Dan bila diperlukan kehadiran saya, saya akan dampingi mereka. kalau tim ini saja cukup, maka saya tak perlu ikut," katanya lagi.

Dijelaskan Zainudin Amali, pembentukan tim ini merupakan bentuk keseriusan dalam upaya mencabut sanksi WADA. Pemerintah ingin segera menuntaskan dan menyelesaikan secepat-cepatnya agar publik tahu pemerintah tidak berpangku tangan.

Tim ini dipimpin langsung Ketum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. Ada anggota LADI 2 orang, kemudian akan ada juga perwakilan dari cabor-cabor yang berurusan dengan luar negeri, serta 1 orang dari perwakilan pemerintah dalam hal ini Kemenpora.

Sebagai langkah awalnya, Okto dan tim akan membuat perencanaan, langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk akselerasi membuka banned terhadap LADI ini. Dan juga melakukan investigasi apa yang sebenarnya terjadi.

"Dari diskusi yang dilakukan dari pagi ini, kami dapatkan banyak sekali informasi untuk jadi bahan evaluasi dan tentu akan jadi penting untuk akselerasi percepatan," ucap Raja Sapta.

"Banned ini diketahui akan berlangsung 1 tahun, tapi dengan pembentukan tim ini, sehingga [banned] bisa dikurangi, agar komunikasi dengan Wada bisa berlangsung baik, termasuk dengan IOC. Semoga banned ini secepatnya diangkat, karena ke depan ada banyak event-event yang digelar di sini," tuturnya.

(aff/cas)