Peparnas Papua: Kata Atlet Elite soal Pembatasan Nomor Pertandingan

Mercy Raya - Sport
Rabu, 20 Okt 2021 19:00 WIB
Jendi Pangabean berlatih di Stadion Aquatik kompelks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (30/6/2018).
Jendi Pangabean. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikSport)
Jakarta -

Pembatasan nomor pertandingan di Peparnas Papua 2021 untuk atlet Pelatnas ditanggapi atlet para swimming Jendi Pangabean. Ia bilang tak masalah selama demi regenerasi.

Jendi menjadi salah satu atlet penyumbang medali terbanyak di cabang olahraga renang. Baik itu di level nasional maupun internasional. Bahkan catatan waktunya menembus rekor nasional.

Pada Peparnas Jawa Barat 2016, Jendi meraih tiga emas dari nomor 100 meter gaya punggung, 200 meter gaya ganti, dan 200 meter gaya bebas.

Belakangan muncul aturan pembatasan nomor pertandingan untuk para atlet NPC. Aturan dibuat untuk memberi kesempatan kepada atlet nonpelatnas untuk berprestasi, selain juga memunculkan bibit-bibit baru. Aturan itu pun ditanggapi positif oleh Jendi.

"Ya, sudah peraturannya kalau atlet elit cuma satu nomor saja. Jadi saya ikuti saja karena bagus juga buat regenerasi yang baru-baru," kata Jendi saat dihubungi pewarta, Rabu (20/10/2021).

Olimpian ini mengatakan di Peparnas yang dihelat di Papua mulai 2 sampai 15 November mendatang, dia akan tampil di nomor lomba 400 meter gaya bebas yang bukan nomor spesialisnya. Keputusan itu diambilnya selain sebagai tantangan, saat ini Jendi tercatat sebagai pemegang rekor di nomor 400 meter gaya bebas yaitu 4 menit 57 detik. Rekor itu ia bukukan saat meraih medali emas di ASEAN Para Games Malaysia 2017.

"Sebenarnya kami yang di level elit dikasih dua pilihan, mau turun di 400 meter gaya bebas atau 100 meter gaya dada. Nah, saya pilih 400 meter karena yang sekarang masih pegang rekornasnya. Jadi harapannya bisa mempertajam rekor sendiri nanti," kata Jendi.

"Insya Allah (emas) juga karena kita juga bersaingnya sama teman-teman yang ada di Pelatnas NPC," imbuhnya.

Di sisi lain, Jendi berharap multiajang olahraga itu bisa menjadi momentum kebangkitan atlet Indonesia untuk menunjukkan prestasi terbaiknya setelah sekian lama tanpa ada turnamen dan kompetisi.

"Kalau dilihat dari PON kemarin berjalan dengan sukses. Ini juga masih dalam pendemi jadi saya harap ini menjadi momen buat kita para atlet mengeluarkan kemampuannya setelah latihan selama berbulan-bulan, bertahun-tahun mungkin. Jadi buat teman-teman nikmati saja Peparnas nanti, enjoy the game," ujarnya.

(mcy/krs)