AIMAG Resmi Ditunda hingga November 2023

Mercy Raya - Sport
Kamis, 21 Okt 2021 15:10 WIB
Sekretaris Jenderal KOI Ferry J Kono
Sekjen KOI Ferry J Kono mengungkap AIMAG 2021 diundur. (Foto: dok KOI)
Jakarta -

Penyelenggaraan Asian Indoor & Martial Art Games (AIMAG) 2021 di Bangkok-Chonburi, Thailand ditunda hingga November 2023. Imbas COVID-19 menjadi penyebabnya.

Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia Ferry J Kono mengatakan telah menerima surat dari Direktur Utama OCA Husain Al Musallam, Rabu (20/10/2021). Surat tersebut berisi kepastiaan penundaan AIMAG edisi ke-6 yang semula diagendakan berlangsung 10-20 Maret serta penetapan jadwal terbaru.

"Ada permintaan Komite Olimpiade Thailand (TNOC) terkait penundaan AIMAG. Dengan pertimbangan kalender event 2023 imbas pandemi COVID-19, Dewan Eksekutif OCA telah melakukan voting dan memutuskan melakukan penjadwalan ulang AIMAG yang diselenggarakan di Bangkok-Chonburi menjadi 17-26 November 2023," kata Ferry dalam rilis resminya Kamis (21/10/2021).

Dengan penundaan AIMAG maka Indonesia hanya memiliki empat agenda multievent internasional pada tahun depan. Keempat agenda itu ialah SEA Games Hanoi (Mei), Islamic Solidarity Games Konya (9-18 Agustus), Asian Games Hangzhou (10-25 September), dan Asian Youth Games Shantou (20-28 Desember).

Sebelumnya, SEA Games Hanoi juga sempat mengalami penundaan. Semula multievent dua tahunan itu akan digelar November tahun ini. Tapi diputuskan ditunda sampai pertengahan Mei 2022 karena ada pandemi COVID-19 varian baru yang sedang tinggi. Sedangkan SEA Games ke-32 di Kamboja pada 2023 masih sesuai jadwal.

Adanya kepastian empat event tersebut, kata Ferry, membuat KOI dapat lebih fokus melakukan pemetaan komposisi kontingen hingga budget anggaran. Saat ini pihaknya, kata Ferry, masih menunggu olah data serta proyeksi yang akan diberikan Komisi Sport Development KOI.

"Terkait jumlah atlet serta jumlah cabang olahraga hingga nomor yang diikuti Indonesia sedang dipelajari Komisi Sport Development," ujarnya.

"Mereka bekerja dengan acuan DBON (Desain Besar Olahraga Nasional) yang telah menjadi payung hukum. Kami berharap multi event 2022 bisa menjadi ajang untuk mematangkan atlet sehingga target-target Indonesia di Olimpiade bisa tercapai," imbuh Ferry.

(mcy/cas)