Potradnas 2021 Selesai, Jabar dan Banten Juara Bersama

Mohammad Resha Pratama - Sport
Sabtu, 23 Okt 2021 21:14 WIB
Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional (Potradnas) VII Tahun 2021 sudah selesai, Jawa Barat dan Banten jadi juara umum bersama.
Jabar dan Banten Juara Umum Potradnas 2021 (dok.Kemenpora)
Belitung -

Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional (Potradnas) VII Tahun 2021 sudah selesai. Jawa Barat dan Banten jadi juara umum bersama.

Potradnas dihelat di Stadion Tanjung Pandang, Belitung, mulai Jumat (22/10) hingga Sabtu (23/10). Jabar dan Banten jadi juara umum bersama setelah menggondol dua kemenangan. Jabar dan Jateng bersaing dengan 372 peserta dari 16 Provinsi dan tiga Kabupaten

Banten jadi juara di cabang olahraga Lari Balok dan Panah Tradisional. Sedangkan Jabar menjuarai cabor Egrang dan Ketapel. Sementara Kalimantan Tengah menjadi juara di cabang olahraga Sumpitan.

Pada acara penutupan Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta mengatakan olahraga tradisional merupakan kekayaan budaya yang luhur dan agung, sehingga perlu dilestarikan agar hidup aktif dan jasmani sehat.

Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional (Potradnas) VII Tahun 2021 sudah selesai, Jawa Barat dan Banten jadi juara umum bersama.Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional (Potradnas) VII Tahun 2021 sudah selesai, Jawa Barat dan Banten jadi juara umum bersama. Foto: dok.Kemenpora

Ditambah lagi Potradnas kali ini memang dipadukan dengan sektor pariwisata sesuai dengan konsep Presiden RI Joko Widodo pada peringatan Haornas September lalu. Olahraga dan pariwisata harus jalan beriringan.

"Olahraga tradisional selalu dalam kemasan kegembiraan, baik dalam pesta-pesta sebuah hasil budidaya seperti cocok tanamnya sukses, biasanya dibarengi dengan pesta olahraga tradisional. Itu ciri khas awalnya sehingga perlu kita lestarikan dan ajang Potradnas ini bagian untuk melestarikan," ucap Isnanta dalam rilis kepada detikSport.

"Olahraga tradisional sangat mungkin dikombinasikan dengan pariwisata, karena olahraga tradisional ini erat kaitannya dengan budaya dan pariwisata juga bisa dilihat dari dimensi budayanya, kuliner serta alam," sambungnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie, mengatakan kegiatan seperti Potradnas ini sangat diharapkan memicu kebangkitan pariwisata setelah bertarung melewati gelombang kedua pandemi Covid-19.

Secara khusus, syak berkeinginan jika Belitung bisa memilik gelanggang olahraga tradisional berkelas internasional.

"Melalui Potradnas ini menjadi indikator kebangkitan Indonesia dari sisi kesehatan maupun pemulihan ekonomi," papar Isyak.

"Kita punya alam yang bagus, seperti pantai yang bisa menjadi gelanggang olahraga tradisional dan harapan saya sekaligus impian kami tidak hanya menonton cabang olahraga yang global di televisi, sehingga harapan kami orang-orang di luar negeri nonton kita semua sedang mempertandingkan olahraga tradisional," ucapnya.

"Olahraga tradisional ini mengandung kearifan lokal dan kebudayaan, sehingga dari kearifan lokal dan kebudayaan ini akan lahir kekuatan bangsa dan kemudian akan menjadi kekuatan yang membanggakan Indonesia di mata internasional. Untuk itu, segala energi harus kita curahkan untuk membesarkan olahraga tradisional ini," pungkas Isyak.

(mrp/pur)