'Target Medali Asian Games Bisa Bertambah'
Jumat, 21 Apr 2006 06:11 WIB
Jakarta - Target KONI Pusat meraup empat medali emas pada Asian Games 2006 sepertinya masih bisa ditingkatkan. Kemungkinan ini terlihat dari hasil kesimpulan Loka Karya Penggalian Potensi Medali Emas Asian Games yang digelar oleh Kantor Menteri Olahraga dan Pemuda.Dari 18 cabang yang kini masuk pelatnas Asian Games, ada tujuh cabang yang potensi meraih emas yaitu Boling, Karate, Taekwondo, Karate, Layar, Bulutangkis dan Voli Pantai. Masing-masing cabang itu diprediksi bisa menyumbang minimal satu keping emas, kecuali karate yang diharapkan bisa meraup dua emas."Ini tentu hasil yang sangat mengejutkan buat kami semua. Jika melihat peluang dan peta kakuatan lawan sekarang masuk di akal juga prediksi ini," ujar Menpora Adhyaksa Dault di sela-sela acara Loka Karya yang bertempat di Hotel Atlet Century Jakarta, Kamis (20//4/2006).Menurutnya, estimasi perolehan medali tersebut berdasarkan masukan dan diskusi dengan para wartawan dengan melihat potensi dan kendala di setiap cabang tersebut. Seperti di cabang karate yang kini dibebani satu emas ternyata memiliki potensi besar menyumbang lebih dari dua medali. Begitu pula pada bulutangkis meski kondisi timnas sedang menurun tapi dengan sejumlah perbaikan ke dalam target meraih dua emas sepertinya wajar diberikan.Sementara itu, Direktur Pelatnas, Kusnan Ismukanto mengatakan KONI memang tidak ingin gegabah dalam menetapkan target tersebut. Lebih baik merendah daripada mematok target maksimal yang resikonya besar bisa gagal."KONI tentu tidak ingin hanya terpaku pada empat emas tersebut saja. Kami ingin kalau bisa lebih dai sepuluh medali emas. Tapi kami tidak ingin sesumbar, takut seperti SEA Games lalu. Saya akui potensi tersebut memang ada dan kami pasti mengupayakannya," tandas Kusnan.Untuk memenuhi ambisi meraup lebih dari empat emas diperlukan berbagai percepatan dari berbagai sektor. Salah satunya adalah sektor ilmu pengetahuan yang kini masih sedikit memberi andil dalam pengembangan keolahragaan nasional. termasuk perlunya peningkatan motivasi bagi atlet dalam menuju pencapaian prestasi terbaiknya."Atlet sekarang sangat tipis rasa nasionalisnya. Jadi perlunya psikolog dalam persiapan pelatnas sepertinya sudah tidak perlu lagi. Tapi bagaimana Menegpora dan KONI melibatkan para motivator dalam perjalan pelatnas ini. Itu sudah kami lakukan di cabang karate saat sebelum SEA Games dan hasilnya bisa juara umum," ucap Madju Dharyanto Hutapea, salah satu panelis.Sedangkan panelis lainnya, Taufik Yudi Mulyanto wakil dari Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (Isori) mengatakan Menegpora dan KONI jangan sampai terlena pada soal patokan prestasi atlet di Asian Games kali ini. Pasalnya, patokan tersebut hanya berdasarkan prestasi di SEA Games dan pada tingkat nasional saja. Foto: Menpora Adhyaksa Dault (detiksport/erika) (erk/)











































