Heboh Kargo Ducati di WSBK Mandalika Dibongkar, Dede Yusuf Marah

Eva Safitri - Sport
Kamis, 11 Nov 2021 15:40 WIB
Jakarta -

Kargo Ducati yang bakal ikut dalam ajang WSBK Mandalika dibongkar secara ilegal. Komisi X DPR, Dede Yusuf geram banget!

"Nggak bener ini kalau demi konten dan subscriber memaksa untuk milik orang lain diambil. Bahkan memalukan bagi negara kita yang jadi tuan rumah," kata Dede Yusuf, kepada wartawan, Kamis (11/11/2021).

Dede Yusuf meminta para penyelenggara lokal yang terlibat unboxing ilegal kargo tim Ducati itu dihukum. Pimpinan Komisi X dari Fraksi Partai Demokrat itu meminta pelaku tidak hanya dipecat.

"Saya minta agar orang ini bukan hanya dipecat, tapi juga ada sanksi lain yang sifatnya hukuman, sehingga menjadi catatan agar kondisi serupa tidak terjadi pada pembuat konten lain," tegasnya.

"Dan tentu sebagai tuan rumah, Indonesia harus memberikan keyakinan kepada delegasi luar bahwa ini tidak akan terjadi lagi," sebut Dede Yusuf.

Diberitakan sebelumnya, pihak Ducati mengetahui bahwa Kargo motor milik rider pabrikan Michael Rinaldi sudah terbuka. Media Jerman Speedweek, mendapatkan video dari korespondennya di Indonesia.

Speedweek mengabarkan bahwa peti pengiriman motor milik Ducati itu dibuka oleh pekerja trek dari penyelenggara lokal Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Video tersebut pun viral di sosial media!

Terlihat seorang pria yang membuka peti kargo, lalu berpose dengan motor Ducati tersebut. Aturannya jelas, kargo yang didatangkan tidak boleh sembarangan dibuka demi mencegah spionase dan tindakan manipulasi.

Ducati SBK(Dok. Instagram via Speedweek)

Direktur eksekutif SBK, Gregorio Lavilla, memberikan keterangan mengenai kejadian itu. Dia juga mengungkap nasib pekerja yang sudah membuka kargo milik Ducati.

"Kami benar-benar meminta maaf, insiden kami di luar kendali kami," kata Lavilla di Speedweek.

"Pekerjanya sudah dipecat," kata dia menambahkan.

WSBK Indonesia seharusnya dilangsungkan 12-14 November, tapi diundur menjadi 19-21 November 2021 dan merupakan seri pamungkas dari 13 balapan musim ini.

Hal ini karena adanya pertimbangan logistik dan juga pengiriman barang. Selain itu balapan ini diundur bukan hanya karena faktor teknis namun juga agar pelaksanaannya tidak bersamaan dengan final MotoGP yang berlangsung di Valencia.

(aff/krs)