ASEAN Tunjuk 10 Duta Olahraga Wanita, Leani Ratri Salah Satunya

Mohammad Resha Pratama - Sport
Jumat, 03 Des 2021 22:00 WIB
Pebulutangkis putri Indonesia Oktila Leani Ratri menyapa penonton usai bertanding melawan pebulutangkis Cina Hefang Cheng pada final tunggal perorangan putri Asian Para Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (12/10). Oktila meraih perak usai kalah melawan Hefang Cheng dengan skor 21-19, 18-21, dan 13-21.ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama/18
Leani Ratri Oktila jadi Duta Olahraga ASEAN Wanita (Hafidz Mubarak/Antara)
Jakarta -

Prestasi Leani Ratri Oktila terus diakui oleh dunia. Kali ini Ratri mendapat kesempatan jadi salah satu dari 10 duta olahraga wanita Asia Tenggara (ASEAN). Top!

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) baru saja memberikan penghargaan ke beberapa pemain. Indonesia menempatkan dua wakilnya sebagai yang terbaik.

Selain Greysia Polli/Apriyani Rahayu sebagai ganda terbaik, Leani Ratri Oktila juga mendapatkan gelar Pemain Para Terbaik tahun ini. Ini tak lepas dari prestasi Ratri yang merebut dua medali emas dan satu perak.

Dua medali emas didapat Ratri di nomor ganda putri kelas SL3-SU5 bersama Khalimatus Sadiyah dan ganda campuran kelas SL3-SU5 bersama Hary Susanto. Sementara medali perak diraih di nomor tunggal putri kelas SL4.

Ratri pun sudah bertekad untuk mempertahankan prestasinya itu di ajang multievent berikutnya. Dia membidik sukses di Asian Paragames 2022 dan Paralimpiade 2024.

ASEAN Menunjuk 10 Duta Olahraga WanitaASEAN Menunjuk 10 Duta Olahraga Wanita Foto: dok.ASEAN

Nah, karena pencapaian luar biasanya ini, Ratri pun terpilih sebagai Duta Olahraga Wanita ASEAN. Tak cuma atlet, ada juga ofisial olahraga Asia Tenggara yang terpilih masuk ke sana.

Para duta akan menggunakan pengaruh mereka untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan melalui olahraga, di seluruh kawasan dan menyebarkan pesan penyemangat kepada Komunitas ASEAN.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Kampanye #WeScore ASEAN yang didanai oleh Jepang. Selain Leani, ada Putri 'Azemah Ni'matul Bolkiah (atlet polo dari Brunei Darussalam), Sokha Pov (atlet bela diri tradisional dari Kamboja), Soulamphone Kerdla (kepala pelatih tim renang nasional Laos), Farah Ann Abdul Hadi (pesenam Malaysia), Soe Soe Myar (atlet taekwondo dan wasit asal Myanmar), Hidilyn Diaz (atlet angkat besi Filipina), Amita Berthier (pemain anggar Singapura), Panikpak Wongpattanakit (atlet taekwondo dari Thailand), dan Tuyet Van Chau (atlet taekwondo dari Vietnam).

Ke-10 duta itu akan mengkampanyekan tentang pemberdayaan perempuan, terutama isu-isu seputar kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan, perlindungan perempuan dan anak perempuan dalam olahraga, lalu mempromosikan hak-hak penyandang disabilitas melalui olahraga, serta dampak COVID-19 pada olahraga dan cara mengatasinya.

Mereka semua pun diperkenalkan ke publik pada acara jumpa pers hybrid yang diadakan di Sekretariat ASEAN, Jalan Sisimangaraja, Jakarta Selatan, Jumat (3/12/2021) sore WIB.

Dalam acara ini hadir juga Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN, Ekkaphab Phanthavong, bersama dengan Direktur Tomohiko Arai (Pemimpin SOMS Badan Olahraga Jepang Divisi Hubungan Internasional), Asisten Profesor Aya Noguchi (Fakultas Ilmu Olahraga dan Kesehatan Universitas Juntendo), dan Jamshed M. Kazi (Perwakilan Negara UN Women, Indonesia dan Penghubung ASEAN) akan ikut andil dalam acara tersebut.

ASEAN Menunjuk 10 Duta Olahraga WanitaASEAN Menunjuk 10 Duta Olahraga Wanita Foto: dok.ASEAN

Kampanye ASEAN #WeScore merupakan bagian dari ASEAN-Japan Actions on Sports, sebuah proyek di bawah naungan ASEAN Plus Japan Senior Officials Meeting on Sports (SOMS+Japan) yang didanai oleh Pemerintah Jepang melalui Dana Integrasi Jepang-ASEAN. Sebelum acara dimulai, Sekretariat ASEAN akan mengadakan "Tribute to Tokyo 2020 ASEAN Olympic and Paralympic Medallists".

Kampanye ini merupakan implementasi ASEAN Work Plan on Sports 2021-2025 dan sejalan dengan Visi ASEAN 2025 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB nomor 5 yakni mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan semua perempuan dan anak perempuan.

"Saya senang bisa terpilih sebagai duta ASEAN ini. Semoga saya bisa memberikan dampak besar untuk kampanye ini dan berguna untuk masyarakat luas," ujar Ratri dalam jumpa pers.

"Saya selalu bilang pada diri sendiri kalau motivasi adalan hal terpenting dalam hidup. Saya bisa seperti sekarang karena ada motivasi dan dukungan dari orangtua, keluarga, dan teman. Saya tidak pernah merasa kesepian ketika harus berada jauh dari keluarga saat mengikuti pelatnas. Motivasi adalah kunci utama sehingga kita tidak terpuruk dalam rasa malas," sambungnya.

(mrp/bay)