Jakarta Open Kickboxing Jadi Role Model dan Bangun Prestasi

Randy Prasatya - Sport
Selasa, 14 Des 2021 02:02 WIB
Kickboxing
Petarung nomor low kick di Jakarta Open Kickboxing. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Jakarta Open Kickboxing Amateur Tournament 2021 sukses digelar. Sebanyak 127 atlet kickboxing dari mulai kadet, junior, senior telah menunjukkan penampilan terbaik.

Ajang ini berlangsung di Proximo Sport Arena, yang beralamat di Jl Batu 1 No.17 Kelurahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 12-13 Desember 2021.

Event yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI), Ngatino, ini merupakan event akbar di akhir tahun 2021 milik Pengprov KBI DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Yoko Arthi Budiman.

"Saya dengan tiga teman lainnya sengaja datang ke Jakarta dari Manado menggunakan biaya sendiri untuk mengikuti Jakarta Open Kickboxing 2021. Kami memang senang dengan olahraga kickboxing makanya main di Tatami sebelum tampil di Sport Fighting," kata Lolita Muntu yang merupakan pelajar SMU di salah satu sekolah di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Bagi Lolita Muntu, olahraga beladiri bukan hal baru. Dia merupakan atlet taekwondo yang menempati peringkat ketiga pada Kejuaraan Daerah Taekwondo Sulut 2021. "Gerakan kickboxing memang tidak jauh berbeda dengan taekwondo. Dan, saya menikmati event ini," tambahnya.

"Saya senang bisa merebut gelar juara Creatif Form di penampilan perdana di Jakarta Open Kickboxing," kata Adilla Khairiyya Ramdhani dari Bandung yang merupakan juara Lemkari 2019/2020.

Bukan hanya Lolita dan Adilla, Dalung bersama 5 rekannya dari sasana Anjana Manise yang bermarkas di Condet Jakarta Timur juga ikut ambil bagian di Jakarta Open Kickboxing. "Saya punya dasar beladiri silat. Di sini, saya ikut karena kami memang senang dengan olahraga kickboxing," akunya.

Mantan atlet nasional Muay Thai, Hotmauli Naibaho juga menurunkan 12 anak asuhnya yang tergabung di Sasana Garuda Bekasi. "Ada 8 atlet Sport fighting dari Sasana Garuda Bekasi yang masuk di partai final Jakarta Open Kickboxing," katanya.

Digelarnya Jakarta Open Kickboxing ini, kata Yoko Arthi Budiman, sebagai jembatan untuk membangun prestasi kickboxing di Indonesia khususnya di Jakarta. Apalagi, Indonesia sudah tercatat sebagai peserta pada Kejuaraan Dunia Kickboxing di Italia 2021.

Memang hasil yang diperoleh belum menggembirakan, namun kata Yoko, penampilan Timnas Kickboxing Indonesia itu sudah memicu perkembangan olahraga kickboxing di Indonesia. Begitu juga dengan tampilnya Timnas Kickboxing Indonesia yang akan memperkuat Kontingen Indonesia pada SEA Games Hanoi 2022.

"Jakarta Open Kickboxing ini merupakan kegiatan akhir tahun 2021 Pengprov KBI DKI Jakarta. Tahun depan, kita akan mencoba lebih banyak menggelar event Proximo Sport Arena. Tujuannya bukan hanya meningkatkan prestasi atlet DKI Jakarta tetapi juga membantu PP KBI dalam membangun prestasi kickboxing Indonesia dan menjadikannya sebagai olahraga industri ke depan," ungkapnya.

"Ya, PP KBI sangat terbantu dengan adanya Jakarta Open Kickboxing. Dan, kita berharap bisa diikuti Pengprov KBI lainnya. Seperti kata pak Airlangga Hartarto selaku Dewan Pembina KBI bahwa olahraga hanya bisa dihidupkan dengan menjadikannya sebagai industri. Makanya, PP KBI akan mencoba mengarahkan kickboxing menjadi cabang olahraga industri. Dan, saya yakin itu bisa diwujudkan melalui pelaksanaan di berbagai even kickboxing amatir maupun profesional di berbagai daerah," kata Wakil Sekjen PP KBI, Nurossi Nurasjati.

Wanita kelahiran Bandung, 16 April 1972 yang merupakan peraih perak Kejuaraan Dunia Karate ini menilai potensi atlet kickboxing Indonesia meraih prestasi di ajang internasional cukup besar. Hal ini sudah dibuktikan pada saat penampilan perdana di SEA Games Filipina 2019 dimana 2 perak disumbangkan bagi Kontingen Indonesia.

"PP KBI tak meragukan komitmen Yoko Arthi Budiman dalam membangun prestasi kickboxing dan menjadikannya sebagai industri olahraga. Terus terang, PP KBI terbantu dengan keberadaan Yoko yang memahami tentang kickboxing dan mau diajak diskusi dan menerima berbagai masukan. Ke depan, PP KBI sangat berharap digelar lebih banyak event di Proximo Sport Arena," ungkapnya.

"Peran Pengprov KBI DKI Jakarta sangat luar biasa dalam membangun kickboxing Indonesia. Pak Yoko bukan hanya banyak menggelar kegiatan tetapi juga mau menerima ide dari PP KBI dan masukan dari Dewan Guru Kickboxing. Makanya, Jakarta Open Kickboxing ini bisa jadi role model untuk kegiatan event di berbagai daerah," timpal pelatih Tim Nasional Kickboxing Indonesia saat tampil di Kejuaraan Dunia Kickboxing 2021, Zuli Silawanto.

Di Jakarta Open Kickboxing ini mempertandingkan dua kategori yakni Tatami dan Ring. Untuk Tatami terdiri dari Point Fighting (atlet dengan celana dan kaos lengan panjang), Kick Light (atlet dengan celana dan kaos lengan pendek), Musical Form (atet dengan gerakan beladiri menggunakan musik), Creatif Form (atlet dengan gerakan beladiri tanpa musik). Sedangkan Ring terdiri dari Full Contact (petarung menggunakan celana panjang) dan Low Kick (petarung menggunakan celana pendek). Di Tatami masih ada Light Contact (atlet dengan celana panjang dan kaos lengan pendek) dan di Ring ada K-1 belum dipertandingkan.

"Saya melihat pemahaman tentang peraturan pertandingan sudah mulai diserap atlet-atlet kickboxing yang tampil di Jakarta Open Kickboxing. Ini merupakan hasil sosialisasi yang dilakukan Dewan Guru Kickboxing melalui media sosial dan video yang dibuat. Dan, saya juga melihat cukup banyak bibit-bibit potensial yang muncul di Jakarta Open Kickboxing," jelasnya.

Chief Referee Tatami Jakarta Open Kickboxing Amateur Tournament 2021, Volland Humanggio menambahkan, event ini sebagai pembelajaran pertama bagi wasit kickboxing dalam penerapan aturan yang tegas. Dan, mereka sukses menjalankan tugasnya dengan baik. "Kinerja wasit cukup bagus. Hampir tidak ada protes dalam penilaian dari peserta dan pelatih pun tidak ada yang berteriak saat anak asuhnya tampil sesuai dengan aturan yang diberlakukan. Yang lebih fair lagi, ada wasit dengan kesadaran tinggi mundur saat ditunjuk bertugas ketika anak asuhannya bertanding," ungkap Volland.



Simak Video "Meski Terluka, Sadio Mane Tetap Cetak Gol untuk Senegal"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/raw)