Atlet Paralimpiade RI Akan Punya Training Camp Baru seperti di Korea

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 22 Jan 2022 20:45 WIB
Menpora Zainudin Amali dan Ketua NPC Senny Marbun meninjau venue Peparnas 2020 Papua, Jumat (5/11/2021)
Menpora Zainudin Amali dan Ketua NPC Senny Marbun. Foto: dok.Kemenpora
Jakarta -

Sebagai bentuk perhatian kepada para atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, pemerintah berencana membangun training camp di Karanganyar. Modelnya akan mencontoh seperti di Korea.

Hal itu disampaikan Menpora Zainudin Amali, karena kebanggaan pemerintah terhadap pencapaian prestasi atlet NPC di Tokyo pada Agustus lalu.

Sebagaimana diketahui, Indonesia meraih peringkat 43 dunia dalam multievent terbesar sejagat raya tersebut. Pencapaian itu lebih baik dari saat Paralimpiade di Rio de Janeiro 2016. Saat itu, Merah Putih hanya mampu menempati urutan ke-76 dunia.

"Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 sebenarnya menargetkan bisa naik ke peringkat 60 dunia. Tetapi luar biasa kerja pengurus NPC, atlet, dan pelatih sehingga Indonesia menempati 43 dunia," kata Amali di sela-sela tinjauannya ke lokasi rencana pembangunan TC NPC di Karanganyar, seperti dikutip dari Antara.

Amali sekaligus menjelaskan bahwa rencana pembangunan akan dilakukan di Kawasan Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri, Kelurahan Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Adapun lahan tanah yang digunakan seluas 5 hektare.

Pembangunan nantinya akan mencontoh training camp di Korea dan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

"Jadi kalau non-disabilitas Indonesia mencontoh Jepang, yang dibangun di Cibubur. Dan untuk Paralimpiade mencontoh Korea," sebut politikus Golkar itu.

"Training Camp NPC di Karanganyar nanti sebagai tempat tinggal, latihan, dan kalau perlu ada sekolahnya untuk para atlet NPC. Insya Allah tahun ini bisa dimulai pembangunannya," kata Menpora asal Gorontalo tersebut.

Ketua NPC Indonesia Senny Marbun menyambut positif hal tersebut. Ia pun berharap dengan adanya TC baru akan membuat penjaringan atlet potensial lebih optimal. Termasuk memaksimalkan monitoring perkembangan para atlet. Sebagai informasi, training camp akan menampung 2 ribu orang dari 13 cabang olahraga.

"Jadi kami akan mengambil atlet dari daerah atau Selekda dan kemudian Seleknas. Kemudian masuk di TC Karanganyar. Tentu ini akan lebih maksimal karena bisa mengetahui sejauh mana perkembangan atlet. Tentunya, prestasi atlet juga harus lebih baik," harapnya.

(mcy/krs)