Menpora: Semua Kegiatan Otomotif Harus Lewat IMI

Menpora: Semua Kegiatan Otomotif Harus Lewat IMI

- Sport
Selasa, 09 Mei 2006 23:46 WIB
Menpora: Semua Kegiatan Otomotif Harus Lewat IMI
Jakarta - Agar semua kegiatan otomotif berjalan lebih teratur dan lebih baik, Kementerian Pemuda dan Olahraga pun siap turun tangan membantu Ikatan Motor Indonesia (IMI).Hal itu diungkapkan Menpora Adhyaksa Dault kepada wartawan usai perhelatan IMI Awards yang digelar di Jakarta Convention Center, Selasa (9/5/2006), yang digelar dalam rangka hari jadi organisasi tersebut yang ke-100 tahun.Menurut Adhyaksa, sebagai sebuah organisasi yang telah memiliki banyak anggota dan pengda-pengda yang tersebar di Indonesia, IMI diharapkan menjadi organisasi yang kondisinya kian maju. Kegiatan-kegiatan otomotif lebih ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya, dan IMI memantau dan ikut mendukung kegiatan tersebut.Dicontohkan Adhyaksa, dalam pelaksanaan A1 Grand Prix di Sentul beberapa waktu lalu, IMI semestinya terlibat lebih aktif. "Waktu itu seharusnya IMI ikut andil. Saya sudah bilang dengan penyelenggara A1 agar mereka melibatkan IMI," ujarnya.Lebih lanjut Adhyaksa mengharapkan agar semua kegiatan otomotif nanti agar melalui peizinan IMI. "Kami siap membantu semua kegiatan otomotif Indonesia. Tapi semuanya itu harus ada pengaturannya. Kegiatan otomotif nanti semuanya akan lewat IMI.""Soal pengaturan sponsor dan co-sponsor sedang kami bahas. Kemudian soal perpajakan. IMI sekarang akan beda dan harus lebih maju dari sebelumnya," tandas mantan ketua KNPI itu.Dalam ajang IMI Awards itu Menpora beserta Menteri Perhubungan Hatta Rajasa dan Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar mendapat kehormatan memberikan penghargaan Organitazional Achievement Award kepada Bob Nasution dan Sampuno Banyuadji.Penghargaan International Achievement Award diberikan Sekjen KONI Rita Subowo kepada lima pembalap muda Ananda Mikola, Alexandra Asmasoebrata, Moreno Soeprapto, Rama Danindro dan Doni Tata. Sayang, yang hadir untuk menerima penghargaan tersebut hanya Ananda dan Andra. Moreno datang terlambat dan Doni Tata tengah berada di Jepang. Foto: Ahdyaksa Dault. (Detiksport/Andi Sururi) (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads