ADVERTISEMENT

Armin Tan: Kerasnya Hidup Menggapai Dunia Tinju

Randy Prasatya - Sport
Minggu, 20 Feb 2022 07:15 WIB
Armin Tan
Armin Tan (tengah) banyak melalui rintangan hidup untuk mencapai kesuksesan sebagai premotor tinju. (Foto: dok. Instagram @armintagore)
Jakarta -

Armin Tan adalah promotor tinju di Indonesia yang sedang naik daun. Keberhasilannya ini didapat setelah melalui pahitnya kehidupan.

Armin adalah pria yang berasal dari Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Sosok kelahiran 1979 itu memilih bergelut dengan dunia tinju demi bisa keluar dari kemiskinan.

Saking miskinya, Armin mengakui untuk makan saja susah. Sang ibu cuma bisa rutin membeli mi instan--kala itu masih seharga 125 perak dengan tambahan telur satu butir--untuk dibagi ke tiga anak.

Meski hidup susah, Armin masih bisa menuntaskan pendidikan hingga SMA. Biaya sekolah didapat dari pekerjaan serabutan ayahnya dan juga dari upaya meminjam uang.

Armin Tan kemudian memilih merantu ke Jakarta. Beberapa pemicunya adalah tak ada sasana tinju di kampung halamannya dan terlibat masalah hukum.

"Awal di Jakarta, numpang hidup. Sekadar bisa makan. Sempat cari uang di terminal Grogol. Ngamen, ikut ngamen, yang penting dapat makan. Lalu lari ke Palembang, di sana sama juga. Lalu balik lagi ke Jakarta," kata Armin Tan.

Armin mengakui masa lalunya bukan cuma miskin, dia juga terlibat dalam dunia narkotika. Dia terlibat sebagai kurir dan terpaksa menerima pekerjaan itu demi menyambung hidup.

"Itu cara Tuhan hukum gua. Di Bangka sempat main narkoba, duitnya lumayan juga. Kerja digaji cuma 400 ribu, dibayar uang makan 12.500 lalu naik kendaraan 70 kilometer satu hari, jadi kurir."

Pada satu titik, Armin perlahan sadar apa yang sudah dikerjakan sangat tidak baik. Pada 2005, dia merintis usaha sendiri demi mengeluarkan hidupnya dari kemiskinan dan kesuraman.

Namun, memang tak ada yang mudah untuk menuju sukses. Bisnis onderdil kapalnya bangkrut pada 2010 meski setahun sebelumnya sudah mampu menembus proyek ke Timor Leste.

[Gambas:Instagram]

Butuh satu tahun bagi Armin kembali berjuang memperbaiki bisnisnya. Pada saat bersamaan, Armin kembali menjajal tinju dan menyewa pelatih untuk mengasah kemampuannya di rumah.

"Saya privat di rumah, sempat ingin main di (acara) TV. Sempat masuk amatir umur 35 tahun, belum pernah tanding. Sudah ingin ikut Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) di Serang. Buka sasana 2012, Tanindo Boxing Gym."

Armin kemudian menemukan sosok Tibo Monabesa, yang saat ini memegang sabuk juara dunia WBC kelar terbang ringan (48,9kg). Petinju asal Nusa Tenggara Timur itu kemudian ditempa hingga menduduki peringkat ketiga WBC.

"2012 Ketemu Tibo, orang yang tidak dipakai di amatir. Badannya kurus, tangannya lurus. Bayaran pertama Tibo 400 ribu, tetapi bayar tampil 2 juta ke promotor," Armin mengungkapkan.

Tibo pada 27 Februari bakal bertarung dengan petinju Filipina Jason Vayson, di Jakarta. Ajang ini adalah bagian salah satu dari enam event yang digelar Armin sepanjang 2002 sampai 2023.

"Saya cocok sekali dengan dia, tapi ada masalah dengan jadwal pertandingan yang maju mundur," kata Armin, yang menyabet penghargaan promotor tinju terbaik se Asia-Pasifik.



Simak Video "Dinar Candy Jadi Ketagihan Ikut Olahraga Tinju"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT