5 Fokus PBESI Majukan Esports RI: Regulasi hingga Event Internasional

Yudistira Perdana Imandiar - Sport
Minggu, 06 Mar 2022 18:15 WIB
Rakornas PBESI
Foto: MPR RI
Jakarta -

Pengurus Besar esports Indonesia (PBESI) baru saja menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Dewan Pembina PBESI Bambang Soesatyo optimistis PBESI dapat mendorong kemajuan esports di Tanah Air.

Ia mengatakan PBESI telah memiliki lima fokus konkret untuk memajukan esports dari segi prestasi dan potensi ekonomi.

Bamsoet mengatakan sebagaimana telah ditegaskan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Letjen TNI (Purn) Marciano Norman PB ESI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Jenderal Pol (purn) Budi Gunawan/Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), merupakan satu-satunya induk organisasi yang menaungi cabang olahraga esports di Indonesia.

Ketua MPR RI tersebut menyebut PBESI telah menunjukkan berbagai perkembangan pesat di usia yang baru menginjak 2 tahun.

"Dari sisi keanggotaan, misalnya, hanya dalam kurun waktu 3 bulan sejak kelahirannya pada Januari 2020, PBESI telah berhasil melantik pengurus di 34 Provinsi hingga 512 kabupaten/kota," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (6/3/2022).

"Sementara dari sisi determinasi dan intensitas gerak organisasi, setelah mendapatkan pengakuan sebagai olahraga prestasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan KONI pada Agustus 2020, PBESI sukses menyelenggarakan pertandingan eksibisi E-Sports pada PON XX di Papua tahun lalu."

"Saat ini, PBESI tengah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia E-Sports Championship yang akan diselengarakan di Nusa Dua, Bali pada November 2022, dengan diikuti sekitar 120 negara," imbuhnya.

Hal itu disampaikannya saat menutup Rakornas PBESI Tahun 2022 dan HUT ke-2 PBESI, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu malam (5/3). Bamsoet mengungkapkan guna memaksimalkan potensi pengembangan esports di Indonesia dan kompleksitas tantangan yang harus dihadapi, PBESI telah memetakan lima hal yang akan menjadi fokus utama.

"Antara lain penyusunan regulasi, pengembangan pusat pelatihan E-Sports berstandar internasional, pembangunan arena esports yang terintegrasi dengan sektor pariwisata (sport tourism), penyelenggaraan event esports berskala nasional dan internasional, serta pembangunan platform serta infrastruktur pendukung termasuk penyediaan jaringan internet berkecepatan tinggi," urai Bamsoet.

Ketua DPR RI ke- ini menambahkan PB ESI juga menggelar pelatnas bagi para atlet esports Indonesia dalam menyongsong berbagai event internasional seperti SEA GAMES 2022 di Vietnam, Asian Games 2022 di China, dan Olimpiade 2024 di Perancis.

Ia menekankan kesigapan dari PB ESI sangat diperlukan agar Indonesia tidak tertinggal dari berbagai negara lain yang telah melahirkan tim-tim esports kelas dunia, seperti Belanda, Inggris, Kanada, Amerika, Ukraina, China, dan Rusia.

"Visi menjadikan Indonesia sebagai pemimpin E-Sports di kawasan Asia bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. Karena sesungguhnya kita memiliki potensi yang dapat dieksplorasi dan dioptimalkan. Kuncinya pada kesungguhan dan etos kerja dengan mengedepankan aspek sinergi dan kolaborasi, serta adanya dukungan dan keberpihakan dari segenap pemangku kepentingan," lanjut Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini mengulas prospek cerah pengembangan esports di Indonesia salah satunya bisa dilihat dari tingginya pertumbuhan jumlah pengguna internet dan gamers. Laporan We Are Social pada Januari 2022 menempatkan Indonesia sebagai negara dengan rasio jumlah gamers terbanyak ketiga di dunia.

Dari pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun, sekitar 94,5 persen di antaranya memainkan video game di internet. Diperkirakan, dari sekitar 274,5 juta gamers di Asia Tenggara pada tahun 2021, sekitar 43 persennya atau lebih dari 118 juta adalah gamers asal Indonesia.

"Kondisi tersebut ditunjang tingginya tingkat penetrasi internet Indonesia. Menurut data Internet-World Stats pada akhir Maret 2021, tingkat penetrasi internet di Indonesia tercatat mencapai 76,8 persen, atau lebih dari 212 juta user," papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menjabarkan sebagaimana cabang olahraga lain pada umumnya, esports juga memiliki keterkaitan dengan dimensi ekonomi, khususnya ekonomi kreatif.

Sebagai gambaran, pada tahun 2019 pertumbuhan esports di Indonesia telah menghasilkan pendapatan sebesar US$1,3 miliar, dan setahun kemudian meningkat menjadi US$ 1,8 miliar. Sebagai data pembanding, merujuk data Newzoo tahun 2020, potensi pasar game Indonesia telah menyumbang pendapatan negara sebesar US$ 1,74 miliar dengan kenaikan sebesar 32,7 persen setiap tahunnya.



Simak Video "Richard Manurung Jadikan Medali Emasnya di Sea Games Sebagai Pembuktian"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ncm)