Diduga Pesta Narkoba
Nanda-Moreno Diperiksa Polisi
Minggu, 21 Mei 2006 10:57 WIB
Jakarta - Dua pembalap nasional Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto diperiksa Polres Jakarta Selatan atas dugaan mengonsumsi narkoba. Namun tak ada narkotika yang ditemukan pada kakak-beradik itu.Nanda dan Moreno diciduk kepolisian Polres Jakarta Selatan, Sabtu (20/5/2006) pagi di hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan. Keduanya ditangkap bersama sembilan orang lain, termasuk satu wanita di kamar nomor 291. Pihak kepolisian yang mengaku mendapat informasi dari masyarkat kalau ada pesta narkoba di kamar hotel tersebut, akhirnya menggiring Nanda, Moreno dan sembilan orang lainnya ke Polres Jakarta Selatan.Tes urine untuk mengetahui apakah keduanya positif mengkonsumsi narkotik sudah dilakukan oleh pihak kepolisian. Seperti diungkapkan Kapolres Jaksel, Kombes Pol Wiliardi Wizard, berdasarkan tes urine yang telah dilakukan terhadap 11 orang tersebut tak ada satupun yang terbukti positif mengkonsumsi narkotika. "Memang dari 11 anak muda itu ada Ananda Mikola dan Moreno. Dan mereka diamankan dan diperiksa di Polres Jaksel. Tes urine telah dilakukan, namun tak ditemukan indikasi bahwa 11 orang tersebut menggunakan narkoba," sahut Wiliardi Wizard.Selain itu pihak kepolisian juga tak menemukan banyak barang bukti dari loksi kejadian maupun dari tubuh sebelas orang tersebut. Tercatat hanya obat keras Dumolit yang ditemuka di saku Ananda.Walaupun Dumolit termasuk obat keras yang tak bisa diperdagangkan dengan bebas -- harus dengan resep dokter -- tapi lantara Nanda mengonsumsi untuk dirinya sendiri, Polres Jaksel tak bisa menahan putra Tinton Soeprapto itu."Kami mendapatkan obat keras Dumolit di saku Ananda. Tidak bisa kita lakukan penahanan, karena jika Dumolit diedarkan bisa dijerat UU Kesehatan. Tapi dia mengaku hanya sebagai pengguna, sehingga tidak dilakukan penahanan," sahut Kasat Narkoba Polres Jaksel, Kompol Helmi Santika.Ditambahkan Helmi Santika, berdasarkan pengakuan Nanda, dirinya mengkonsumsi obat keras itu sebagai obat tidur. "Ananda mengaku kesulitan tidur. Sehingga mngonsumsi obat tersebut supaya mudah tidur".Setelah menjalani prosedur pemeriksaan yang dilakukan dan tak ditemukan bukti-bukti yang memberatkan Nanda serta Moreno akan dibebaskan. "Karena tak ada lagi prosedur yang harus dilakukan, unsur negatif terlihat dari tes urine mereka. Maka kesebelas orang itu akan dibebaskan," tambah Wiliardi Wizard tadi malam.Foto: Kakak-beradik Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto. (Detiksport/Doni Wahyudi) (din/)











































