Ketua IMI Dorong Peningkatan SDM Olahraga Kendaraan Bermotor

Zefanya Aprilia - Sport
Senin, 28 Mar 2022 17:59 WIB
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo  (dok.istimewa)
Foto: Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (dok.istimewa)
Jakarta -

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mendorong peningkatan kualitas SDM olahraga kendaraan bermotor. Dalam upaya tersebut, ia mengatakan pihaknya akan meningkatkan standar uji kompetensi olahraga kendaraan bermotor.

Ketua MPR RI itu menerangkan, upaya tersebut dilakukan berdasarkan pengalaman penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Tujuannya agar sumber daya manusia di olahraga kendaraan bermotor bisa menyamai standar internasional yang ditetapkan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) untuk olahraga sepeda motor dan Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) untuk olahraga mobil.

"Sehingga ke depannya akan semakin banyak SDM olahraga bermotor yang memiliki lisensi internasional dari FIM dan FIA," ujar Bamsoet melalui keterangannya, Senin (28/3/2022).

Hal itu ia sampaikan saat membuka Seminar dan Uji Kompetensi Olahraga Kendaraan Bermotor yang diselenggarakan IMI, secara virtual dari Jakarta, Senin (28/3). Acara itu diselenggarakan IMI Pusat dibawah koordinasi Wakil Ketua Umum Organisasi M. Riyanto dan Wakil Ketua Umum Olahraga Sepeda Motor Sadikin Aksa, serta Penanggungjawab Seminar dan Uji Kompetensi Olahraga Sepeda Motor Usep Rachmat.

Sebagaimana dalam kalender tetap IMI, seminar itu diselenggarakan dua kali setiap tahun pada bulan Maret dan bulan November. Sekaligus selaras dengan regulasi yang diatur dalam Peraturan Nasional Olahraga Kendaraan Bermotor (PNOKB) yang ditetapkan IMI.

Seminar dan Uji Kompetensi Olahraga Kendaraan Bermotor tahun ini diselenggarakan mulai tanggal 28 hingga 31 Maret 2022. Diikuti sekitar 355 peserta perwakilan yang terdiri 317 sumberdaya manusia, 17 event organizer, dan 21 marshal.

Seluruhnya telah direkomendasikan oleh IMI Provinsi se-Indonesia untuk mendapatkan lisensi atau sertifikat A, B, C, T, S, dengan disiplin atau 19 jenis olahraga mobil dan sepeda motor, serta sertifikat penyelenggara.

Bamsoet menjelaskan, IMI sebagai satu-satunya induk organisasi olahraga otomotif nasional yang juga diakui oleh dunia melalui FIM dan FIA, mempunyai wewenang dan kewajiban untuk menegakan prinsip-prinsip dasar keselamatan dan keadilan olahraga otomotif. Selain itu juga dalam mengawasi dan memimpin seluruh kegiatan perlombaan-perlombaan olahraga maupun mobilitas kendaraan bermotor di Indonesia.

Dalam hal ini, peningkatan kompetensi sumberdaya manusia adalah faktor kunci pada setiap penyelenggaraan event olahraga otomotif. Maka dari itu, Bamsoet mengatakan seminar dan uji kompetensi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia stewart atau juri lomba, pimpinan lomba, pemeriksaan bidang teknik untuk 19 jenis olahraga mobil dan motor, manager entran, dan penyelenggara event, serta peningkatan kualitas petugas marshal olahraga mobil dan sepeda motor.

"Di samping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menunjang kualitas penyelenggaraan event balap, baik pada level nasional maupun internasional yang diadakan di Indonesia," jelas Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.

Bamsoet mengungkapkan penyelenggaraan seminar dan uji kompetensi ini bisa memberikan rasa optimisme bagi IMI, bahwa kebutuhan sumber daya manusia yang akan ditugaskan pada event balap mobil dan sepeda motor, serta penyelenggara event, akan terpenuhi baik dari aspek kuantitas maupun dari aspek kualifikasinya.

"Saya berharap dengan besarnya jumlah SDM yang mengikuti seminar dan uji kompetensi untuk mendapatkan lisensi atau sertifikat, maka diperlukan pemerataan penugasan sesuai dengan klasifikasinya pada setiap penyelenggaraan event balap mobil dan sepeda motor pada setiap kejuaraan, baik pada level kejuaraan daerah, kejuaraan nasional, bahkan pada event internasional," pungkasnya.



Simak Video "5 Calon Lokasi Balap Formula E di Jakarta, di Mana Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)