4 Karateka Kazakhstan Didatangkan untuk Latih Tanding Jelang SEA Games

Mercy Raya - Sport
Selasa, 05 Apr 2022 15:10 WIB
Tim Karate Indonesia
Foto: Dok. NOC Indonesia
Jakarta -

Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (PB FORKI) akan mendatangkan empat atlet Kazakhstan sebagai lawan latih tanding atletnya menuju SEA Games 2021 di Vietnam.

Pelatih nasional Idris Taher Gusti yang menyampaikan rencana positif tersebut guna meningkatkan performa para karateka Indonesia menuju multievent yang digelar 12-23 Mei mendatang.

Seperti diketahui, tim nasional karate saat ini beranggotakan 19 atlet. Mereka terus menggenjot kesiapan demi memperbaiki penampilan torehan di Filipina tiga tahun lalu saat merebut dua medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu.

Tim Karate IndonesiaTim Karate Indonesia Foto: Dok. NOC Indonesia

Dengan sisa waktu kurang dari dua bulan, PB FORKI memutuskan untuk meniadakan uji coba di luar negeri. Sebaliknya, mereka akan mengundang atlet dari luar untuk berlatih bersama para karateka.

"FORKI akan mengundang atlet dari luar negeri untuk berlatih dan uji tanding bersama kami," ungkap Idris dalam keterangan tertulis Selasa (5/4/2022).

"Rencananya akan ada empat karateka dari Kazakhstan yang akan datang untuk berlatih sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games," imbuhnya.

Tim Karate IndonesiaTim Karate Indonesia Foto: Dok. NOC Indonesia

Lebih lanjut, Idris menjelaskan saat ini kondisi kesiapan atletnya sudah mencapai 80 persen.

"Sebagian besar merupakan tim dari tahun lalu dengan beberapa tambahan juara PON. Jadi kami tinggal melanjutkan program latihan dengan perbaikan di sisi teknik, cara bermain, taktik, dan strategi. Insya Allah bisa 100 persen dan tampil all-out di Vietnam," ujar Idris.

Ofisial Tim Indonesia juga berkesempatan melihat latihan tim karate. Olimpian Richard Sam Bera yang akan menjadi manajer kluster memuji daya tahan para atlet yang tetap berlatih meski sedang berpuasa.

"Kami mengunjungi pelatnas fin swimming dan karate dalam persiapan menuju Vietnam. Mereka dalam keadaan baik," kata Richard.

"Memang ada beberapa kendala. Saat ini bulan Ramadan tapi beberapa atlet masih tetap menjalankan ibadah puasa. Itu yang perlu kami dukung supaya mereka dapat mencapai kondisi dan prestasi puncak di Hanoi pada bulan Mei mendatang," ujar Richard.

(mcy/krs)