ADVERTISEMENT

Quaise Khademi: Dulu Dikejar-kejar Taliban, Kini Jadi Petinju

Yanu Arifin - Sport
Sabtu, 25 Jun 2022 22:15 WIB
BIRMINGHAM, ENGLAND - AUGUST 28: Quaise Khademi after  the vacant British Super-Flyweight Championship during the Night of Champions show presented by Frank Warren at Utilita Arena Birmingham on August 28, 2021 in Birmingham, England. (Photo by Tony Marshall/Getty Images)
Quaise Khademi. (Foto: Tony Marshall/Getty Images)
London -

Quaise Khademi punya masa kecil yang horor. Dikejar-kejar Taliban di kampung halamannya, kini ia menapaki karier sebagai petinju profesional.

Khademi tak punya masa kecil yang indah. Lahir di Afghanistan, ia tumbuh di bawah teror rezim Taliban.

Pada suatu waktu, keluarganya memutuskan kabur dari Afghanistan. Khademi, yang masih berusia 4 tahun, melintasi Pakistan untuk kabur keluar negaranya.

Ayahnya ketika itu punya bisnis properti, dan menyewakannya ke keluarga Amerika Serikat. Hal itu membuatnya dimusuhi banyak pihak, khususnya yang terafiliasi Taliban.

Momen itu membuat keluarganya memutuskan pergi lebih jauh lagi. Sampai akhirnya, Khademi dan keluarganya bisa sampai ke Inggris dengan menumpang-numpang kendaraan, lantaran tak punya uang lagi akibat diserang di Pakistan.

"Saya ingat untuk keluarga saya, di mana pun kami tinggal, kami sangat takut," kata Quaise Khademi kepada talkSPORT.

"Kami akan mendengar suara bom dan tembakan sepanjang waktu, jadi kami selalu bersembunyi, tapi saya terlalu muda untuk mengingatnya," kenangnya.

Kabur ke Pakistan, keluarga Khademi rupanya masih dikejar-kejar Taliban. Bahkan, suatu ketika ia dan keluarganya pernah ditodong pistol, hampir dibunuh.

"Ada orang-orang, setelah ayah dan keluarga meninggalkan Afghanistan, mereka datang jauh-jauh ke Pakistan untuk mengejarnya," kenang Khademi.

"Itu gila, mereka mengeluarkan AK-47 dan memukulnya dengan bagian belakang pistol ke kepalanya, jadi itulah yang membuat kami lebih takut dan kami memulai perjalanan kami ke Inggris," katanya.

Tumbuh besar, Khademi kini mulai menapaki kariernya sebagai petinju profesional. Ia bertarung di kelas bantam junior Inggris.

Petarung berusia 27 tahun itu naik ring sejak 2017. Kini, Khademi punya rekor apik, yakni meraih 8 kemenangan, sekali kalah, dan dua kali imbang dari 11 kali duel.

Duel terakhirnya terjadi bulan ini, ketika melakoni trilogi melawan Ijaz Ahmed. Setelah kalah pada Februari tahun lalu, Khademi menggelar dua kali rematch, yang hasilnya imbang.

Khademi mengatakan, ia punya tujuan naik ring tinju. Ia ingin memberi inspirasi untuk bisa memulai hidup baru.

"Target saya selanjutnya di ring tinju adalah menginspirasi. Saya punya banyak teman, sebelum menjadi profesional, yang merupakan pengungsi Afghanistan dan mereka berkeliaran di jalan, menjual narkoba, dan semuanya masuk penjara," katanya.

"Saya pikir jika saya dapat menggunakan tinju untuk menunjukkan kepada orang-orang ini, bahwa ada hal-hal yang lebih baik untuk dilakukan, dan menjadi sukses, maka saya dapat menunjukkan kepada generasi berikutnya. Bahwa negara ini memiliki banyak hal untuk ditawarkan, di luar hanya pendidikan, seperti olahraga dan seni, ada begitu banyak hal lain yang bisa didapatkan," terang Quaise Khademi.

(yna/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT