KONI Prihatin Insiden Drag Race Maros
Kamis, 13 Jul 2006 07:42 WIB
Jakarta - Ketua Umum KONI Pusat, Agum Gumelar menyesalkan terjadinya kecelakaan di arena balap mobil drage race Maros, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang cukup banyak. Untuk itu diharapkan PB. Ikatan Mobil Indonesia (IMI) untuk mengambil langkah kongkret guna melakukan menelitian agar hal tersebut tidak terulang."Kalau perlu termasuk memberikan perhatian pada para korban yang luka maupun yang meninggal dunia dengan memberikan santunan," ujar Agum digedung KONI Pusat, Jakarta.Seperti diketahui lomba balap mobil di Maros, Sulsel, berakhir dengan kecelakaan yang menewaskan 8 orang serta melukai puluhan penonton. Dari hasil penyidikan polisi telah ditetapkan 2 tersangka, masing-masing Ruslan dan Gilang Marevan.Menurut Agum, kecelakaan semacam itu sangat mungkin terjadi. Soalnya balap mobil seperti drage race maupun reli dan lainnya, sangat rentan dengan kecelakaan. Sebab kendaraan berpacu kencang, penonton pun ingin melihat dari dekat."Jika terjadi senggolan seperti di Maros, ya tentu kecelakaan tidak bisa dihindarkan dan korban pun akan berjatuhan," tambahnya.Meski begitu Agum mengaku telah memanggil Ketua Umum PB IMI Arie Batubara untuk menjelaskan kejadian itu serta langkah-langkah yang akan dilakukannya. Sebab pengamanan terhadap lomba balap yang penuh dengan bahaya itu harus dilakukan secara maksimal.Akan tetapi hal itu diharapkan juga lantas membuat ciut para penyelenggara kejuaraan serupa di daerah. Karena dengan mamtuhi standar keselamatan yang ada, maka kecelakaan yang menelon korban jiwa bisa diminimalisir."Kita tidak ingin dengan kejadian ini, terus kegiatan olahraga otomotif di daerah mati. Tapi justru kita ingin berkembang dengan keselamatan yang tinggi. Cara ya.. tentu kita belajar dari kejadian Maros itu Agum. Sementara itu, sebelumnya Arie Batubara juga mengaku telah menghadap Agum. Secara terus terang ia sangat menyesalkan terjadinya kecelakaan pada drag race yang menelan korban. Untuk mengetahui penyebab kecelakaan itu, PB IMI telah mengirim tim investigasi. "Kita telah mengirimkan tim ke lokasi kejadian untuk mengetahui secara jelas penyebab kecelakaan itu," jelas Arie.Pengiriman tim Investigasi tersebut, tambahnya lagi, hanya untuk mengatahui kecelakaan maut itu. Dengan harapan agar penyelenggaraan mendatang tidak terulang. "Kita tidak ingin mencampuri urusan polisi yang kini tengah menangani kasus tersebut," tukasnya. (erk/)











































