PON XVIII
Tim Koni Evaluasi Kesiapan Riau
Minggu, 16 Jul 2006 23:11 WIB
Jakarta - Kesiapan Riau untuk menjadi tuan rumah PON XVIII akan dievaluasi tim KONI Pusat mulai Senin (17/7/2006) besok. Tim yang dipimpin Djoko Pramono itu akan melakukan penilaian terhadap berbagai sarana olahraga di propinsi tersebut.Rencananya Djoko dan tim yang terdiri dari 12 orang perwakilan KONI dan Kementrian Olahraga itu akan bekerja selama dua hari.Demikian diutarakan Djoko dalam pertemuan dengan segenap jajaran pemerintah Propinsi Riau dan elemen masyaratakat di Gedung Gubernuran Jl. Diponegoro, Minggu (16/7/2006) malam. Dalam kesempatan tersebut Djoko juga mengingatkan kalau keputusan final siapa yang bakal menjadi tuan rumah PON 2012 mendatang bukan berada di tangan timnya.Disebutnya tim tersebut hanya ditugasi oleh ketua umum KONI pusat untuk mencari data-data kongkret dalam melakukan persiapan. Persiapan yang dimaksud yaitu persiapan administrasi di mana harus ada bukti kongkrit bahwa seluruh elemen masyarakat siap menjadi tuan rumah."Ini perlu kami data agar kelak tidak menjadi persoalan atau kasus, sebab enam tahun mendatang belum tentu pejabat sekarang masih duduk di posisinya seperti saat ini. Nah, yang tidak kita inginkan menjelang hari H justru nanti ada komplain 'kami tidak siap jadi tuan rumah'" terang Djoko.Kekhawatiran Djoko bukannya tanpa alasan. Disebutnya kasus serupa kini tengah terjadi di Kalimantan Timur. Jelang penyelenggaraan PON XVII pada 2008 mendatang, kini justru ada komplain dari masyarakat kalau mereka tak siap jadi tuan rumah.Namun kasus tersebut sepertinya tak akan terjadi di Riau. Pasalnya dalam acara tersebut secara administrasi mulai dari DPRD Propinsi, Kabupaten, seluruh kepala daerah dan walikota serta berbagai elemen masyarakt memberikan surat pernyataan siap menjadi tuan rumah kepada Djoko Pramono.Anehnya dalam pemaparan kesiapan Riau sebagai tuan rumah PON yang disampaikan lewat layar monitor justru tak satupun menyinggung bidang olahraga semisal sarana dan prasarana olahraga atau prestasi olahraga atlet-atlet Riau. Dalam pemaparan sepanjang hampir 10 menit itu yang dibahas justru kekayaan alam Riau, seperti kawasan hutan, perkebunan dan pertumbuhan ekonomi.Menurut pengamatan detikcom, saat ini fasilitas penunjaang sarana olahraga di Pekan Baru justru sangat minim. Yang ada hanya satu buah stadion dengan kapasitas lebih kurang 20 ribu penonton dan sebuah hall basket plus satu sarana kolam renang. Tiga sarana olah raga inilah yang secara nyata baru dimiliki pemerintah Propinsi Riau.Hasil evaluasi nantinya bakal di bawa ke Jakarta untuk dibahas dalam Musornaslub, dan dari situlah baru bisa diputuskan siapa yang akhirnya berhak menjadi tuan rumah. Selain Riau, Jawa Timur dan Jawa Tengah juga menjadi kandidat tuan rumah PON 2012 mendatang. (din/)











































