The Fight Academy, Upaya Mencari Jeka Saragih Baru Digelar

ADVERTISEMENT

The Fight Academy, Upaya Mencari Jeka Saragih Baru Digelar

Tim Detikcom - Sport
Kamis, 10 Nov 2022 08:07 WIB
ABU DHABI, UNITED ARAB EMIRATES - OCTOBER 23: Jeka Saragih of Indonesia reacts after his knockout victory over WonBin Ki of South Korea in a lightweight fight during the Road to UFC event at Etihad Arena on October 23, 2022 in Abu Dhabi, United Arab Emirates. (Photo by Chris Unger/Zuffa LLC)
Jeka Saragih. Foto: Chris Unger/Zuffa LLC
Jakarta -

Sukses Jeka Saragih melaju ke final Road To UFC menghadirkan inspirasi. Program menjaring atlet MMA Indonesia untuk bersaing di level internasional kini digelar.

Jeka Saragih selangkah lagi mencetak sejarah. Petarung asal Simalungun itu makin dekat menuju kontrak UFC.

Jeka Saragih sukses melaju sampai final Road To UFC, ajang yang digelar buat petarung MMA sedunia memperebutkan kontrak UFC. Jeka tinggal menghadapi Anshul Jubli dari India, guna memenangkannya.

Mola, yang memfasilitasi pelatihan Jeka selama Road To UFC, berniat melebarkan perannya membangun MMA di Tanah Air. Salah satunya adalah membuat The Fight Academy.

The Fight Academy adalah program pengembangan bakat yang digarap Mola, untuk mendorong atlet bela diri Indonesia ke pentas kompetisi MMA dunia. Program ini digarap bersama pakar industri MMA Graham Boylan dari promosi MMA Cage Warriors, yang melahirkan juara-juara UFC seperti Connor McGregor, Michael Bisping dan Joanna Jędrzejczyk.

Sebanyak 20 atlet Indonesia yang terpilih akan mendapat kesempatan berlatih intensif di Amerika Serikat selama tiga bulan. Dipimpin Marc Fiore, yang merupakan pelatih Jeka Saragih di Road To UFC, peserta akan dipersiapkan diri untuk merebut kontrak di kompetisi MMA Internasional.

Program pengembangan bakat ini akan diawali dengan seleksi di Bali, 17-21 Desember 2022, dan dipimpin langsung Presiden Cage Warriors, Graham Boylan dan kepala pelatih program MMA Fight Academy Marc Fiore. Dalam hal ini, Mola juga menggandeng organisasi MMA terbesar Indonesia One Pride, yang dilibatkan KOBI untuk mengajukan atlet-atlet di bawah naungannya untuk dibina di MMA Fight Academy.

"Program pelatihan intensif yang kami sediakan bagi Jeka Saragih selama persiapan Road to UFC terbukti membantu meningkatkan performa dan kemampuannya untuk menghadapi lawannya dari Korea Selatan. Kini, bersama KOBI, kami mencoba memberikan peluang yang sama kepada lebih banyak lagi atlet bela diri Indonesia, dengan harapan ada banyak lagi petarung-petarung tanah air yang bisa mengharumkan nama bangsa di pentas internasional," kata Mirwan Suwarso, dalam rilis yang diterima detikSport.

Seleksi di Bali nanti juga terbuka bagi semua atlet bela diri di Indonesia, yang tertarik mendalami MMA. Bagi atlet yang memenuhi syarat seleksi, mereka tinggal mendaftar di situs MMA Fight Academy. Selain mengikuti program pelatihan intensif, di akhir masa latihan, para peserta juga akan mendapatkan kesempatan untuk menguji diri dan bertarung untuk mendapatkan kontrak di ajang kompetisi MMA internasional Cage Warriors.

Sementara itu, Presiden Cage Warriors, Graham Boylan, juga menyebut Fight Academy ini merupakan kans terbaik untuk bisa mencapai kompetisi MMA terbaik.

"Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup bagi atlet bela diri yang mau mengambil peluang dengan sekuat tenaga. Dua puluh atlet yang terpilih akan digaji untuk berlatih di San Diego selama tiga bulan. Setelah itu, mereka akan kami sandingkan dan adu melawan bakat terbaik Eropa untuk merebutkan kontrak di Cage Warriors, kompetisi MMA terbaik di Eropa. Program yang dibuat oleh Mola ini belum pernah dilakukan sebelumnya di dunia MMA. Program ini seolah merupakan universitas untuk melatih dan membentuk petarung terbaik," ungkap Graham Boylan, Presiden Cage Warriors.

Sementara Ketua KOBI, Anindra Ardiansyah Bakrie juga menyambut gembira program ini. The Fight Academy dinilai bisa melahirkan banyak petarung top Indonesia.

"Pasca keberhasilan atlet MMA Indonesia Jeka Saragih di Semifinal Road to UFC yang baru lalu, saya optimis pada talenta petarung Indonesia. Mereka mampu bertarung di laga internasional. Saya berterima kasih pada Mola yang menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan olahraga MMA di Indonesia. Harapannya, semoga kerja sama yang telah lama terjalin baik ini, bisa melahirkan bibit baru calon petarung hebat tanah air yang selanjutnya," ujarnya.



Simak Video "Perempatfinal Piala Dunia: Kroasia Kuda Hitam, Maroko Bisa Bikin Kejutan?"
[Gambas:Video 20detik]
(yna/adp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT