Catatan Positif 2022 Jadi Jalan KOI Tatap 2023 yang Menantang

ADVERTISEMENT

Catatan Positif 2022 Jadi Jalan KOI Tatap 2023 yang Menantang

Mercy Raya - Sport
Jumat, 23 Des 2022 15:30 WIB
Ketua Komite Olahraga Indonesia, Raja Sapta Oktohari.
Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menatap tahun 2023 yang menantang. (Foto: dok.Komite Olimpiade Indonesia)
Jakarta -

Tahun 2022 akan berganti dalam hitungan hari. Komite Olimpiade Indonesia (KOI) meninggalkan catatan positif yang diraih sepanjang tahun ini. Apa saja?

Indonesia mengawali 2022 dengan membawa serangkaian tantangan. Dari mulai normalnya event olahraga selepas pandemi COVID-19, sanksi dari Badan Anti Doping Dunia (WADA) yang sempat menejerat tim Indonesia, hingga persiapan menuju SEA Games 2021 Vietnam.

Namun, tantangan itu satu persatu dijawab dan diselesaikan oleh KOI dengan tanggung jawab. Tentu dengan bantuan dari sejumlah stakeholder olahraga, termasuk pemerintah dalam hal ini Presiden RI Joko Widodo dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Masih dalam ingatan yang jelas, Komite Eksekutif WADA menetapkan LADI (sebelum berganti nama menjadi IADO) tak patuh terhadap WADA Code pada 14 September 2021. Status tersebut berlaku efektif mulai 7 Oktober 2021 setelah LADI tidak memberikan sanggahan atas putusan tersebut.

Akibatnya, Indonesia mendapat sanksi karena WADA membekukan sejumlah hak-hak Indonesia di bidang olahraga selama satu tahun, di antaranya bendera negara dilarang berkibar ketika atlet Indonesia naik podium saat upacara penyerahan medali.

Dalam rangka menyelesaikan persoalan tersebut, Menpora Zainudin Amali langsung menugaskan Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari untuk membantu akselerasi dan investigasi sanksi WADA terhadap LADI.

Okto pun bersama Menpora berhasil mengembalikan harkat dan martabat bendera Merah-Putih yang tergores dalam waktu kurang dari empat bulan. Pada 3 Februari 2022 menjadi hari paling bersejarah bagi olahraga Indonesia karena Merah-Putih akhirnya dapat berkibar lagi.

Tak sampai pada pemberian status compliance (patuh) kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) kini menjadi Indonesia Anti Doping Organization (IADO).

Indonesia melengkapi kegembiaraannya dengan meraih peringkat ketiga di SEA Games 2021 Vietnam, yang diselenggarakan pada Mei 2022. Indonesia mengunci posisi dengan meraih sebanyak 69 medali emas, 92 perak, dan 80 perunggu.

Hasil ini pun sekaligus menjadi motivasi para pengurus olahraga, termasuk atlet dan pelatih, untuk bisa lebih bersaing di tingkat yang lebih tinggi yaitu Asia dan Dunia.

Masih di tahun yang sama, KOI juga sukses membawa penyelenggaraan multiajang olahraga level dunia ke Tanah Air.

Pada Juni lalu, ANOC (Asosiasi Komite Olimpiade Nasional) resmi mengumumkan Indonesia menjadi tuan rumah AWBG (ANOC World Beach Games) edisi kedua di Bali. Selain menjadi tuan rumah pesta olahraga pantai dan air pada 5-12 Agustus, Pulau Dewata juga akan menjadi tempat General Assembly ANOC XXVII.

"Saya berasa cukup percaya diri karena ada dua pihak yang paling mendorong, pertama pemerintah lewat Presiden RI dan Kemenpora, dan media, yang sejak awal sampai hari ini selalu memberikan pendampingan. Serta mendorong agar apa yang kami upayakan tersampaikan," kata Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari dalam acara Kaleidoscope 2022 and What Nest Year on 2023, di kawasan Sudiman.

Rentetan hasil positif ini diharapkan bis aterus berlanjut pada 2023, yang jauh lebih padat dan menantang. Selain kualifikasi Olimpiade, faktanya Indonesia juga dihadapkan pada empat agenda multievent yang digelar secara beruntun pada tahun depan.

Mulai dari SEA Games Kamboja pada 5-17 Mei, ANOC World Beach Games 2023 di Bali pada 13-15 Agustus, Asian Games 2022 Hangzhou pada 23 September sampai 8 Oktober, Asian Indoor & martial Art Games (AIMAG) di Bangkok dan Chonburi pada 17-26 November.

Di luar ada sejumlah single event yang akan diselenggarakan, di mana Indonesia menjadi tuan rumahnya. Antara lain, Badminton Indonesia Masters (24-29 Januari), ISSF World Cup Rifle/Pistol (27 Januar-7 Feberua), UCI Track Nation Cup (23-26 Feberuai), World Cup F1H20 (24-26 Februari), FIFA World Cup U-20 (20 Mei-11 Juni), Indonesia Open (13-18 Juni), FIBA World Cup (25 Agustus-10 Sepetember), dan MotoGP Indonesia Series (13-15 Oktober).

"Saya sangat optimistis. Sebagai Ketua KOI tidak ada tawar menawar, harus jadi juara di setiap event yang diikuti. Merah Putih selalu berkibar dan Indonesia Raya berkumandang," kata Okto.

Lihat juga Video: Ketua KOI: Fasilitas Olimpiade 2036 di IKN Akan Jadi yang Terbaik di Dunia

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT