SEA Games 2007
Target Naik, Dana Turun
Kamis, 21 Des 2006 15:19 WIB
Jakarta - Gagal total di Asian Games 2006, Indonesia menargetkan naik peringkat di ajang SEA Games 2007, sementara dana pelatnas dari pemerintah turun cukup jauh. Setelah menduduki peringkat 22 dan hanya meraih dua medali emas di Doha, Indonesia ditargetkan memperbaiki posisinya di SEA Games tahun depan di Bangkok. Jika sebelumnya hanya berada di urutan kelima, diharapkan "Merah-Putih" berkibar minimal di tangga ketiga.Akan tetapi target tersebut dinilai cukup berat jika dikaitkan dengan faktor dana. Jauh-jauh hari pemerintah hanya menganggarkan Rp 75 miliar untuk dana pelatnas -- turun hampir setengahnya dari budget SEA Games 2005 yang jumlahnya Rp 135 miliar.Meski turun, tapi dana tersebut bisa saja bertambah. Dikatakan Asisten Deputi Peningkatan Prestasi Menegpora James Tangkudung, KONI menyatakan masih punya Rp 18-20 miliar sisa Asian Games lalu."Ini baru ide Pak Menteri (Adhyaksa Dault). Daripada sisa itu hangus, karena masuk APBN Perubahan 2006, mungkin nantinya bisa dialokasikan untuk menambah dana pelatnas SEA Games," ujar James di kantor Menegpora di Jl. Asia-Afrika, Jakarta, Kamis (21/12/2006).Namun diingatkan James, hal tersebut masih perlu koordinasi dengan pihak Bappenas dan menteri keuangan, karena menurut peraturan, semua sisa anggaran pada akhir tahun harus dikembalikan ke negara.Untuk mengurangi kekurangan dana, tambah James, Pengurus Besar (PB) cabang-cabang diharapkan mencari jalan alternatif, misalnya menggaet sponsor sendiri. Tugas pemerintah, kata dia, hanya memfasilitasi usulan-usulan dari PB dan KONI, serta tak bisa selalu memberi dana penuh."Kalau cuma pangku tangan semua bisa. Dulu waktu dana pemerintah tidak sebesar sekarang, prestasi Indonesia bisa bangkit. Makanya sekarang kami mengumpulkan PB-PB, ingin menanyakan sebenarnya butuh apa untuk mengejar target prestasi. Kalau PB saja bingung, kami juga bingung mau memfasilitasi apa," tutur James.Siang ini sebenarnya diagendakan pertemuan perwakilan PB-PB dengan Adhyaksa Dault. Tapi karena jadwal rapat kabinet digeser, maka Menpora pun urung memimpin pertemuan itu karena harus melakukan rapat interen. Sementara itu manajer tim karate Indonesia di Asian Games, Maju Daryanto, mengatakan, masalah kekurangan dana harusnya jangan dilontarkan dulu. Jumlah nominal yang terlontar bisa menjadi mental block buat atlet, padahal budget belum final."Untuk membandingkan dana SEA Games yang 75 miliar, Malaysia saja menganggarkan 100 miliar khusus untuk cabang karate. Kalau dibandingkan dana SEA Games 2005, penurunan cukup jauh. Dulu 135 miliar," terang Maju. (a2s/mel)











































