Lagi, SBY Ingin Bantuan Swasta untuk Olahraga
Sabtu, 31 Mar 2007 16:03 WIB
Jakarta - Untuk kesekian kalinya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kontribusi swasta untuk olahraga Indonesia. Tapi sport community hanya satu dari tiga cara memajukan olahraga. "Sport community adalah orang mencintai olahraga. Mereka bisa datang dari dunia usaha, pemerintah, atau siapa saja yang bisa membangun olahraga secara kontinyu," papar SBY dalam kunjungannya di pelatnas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Jl Damai Raya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (31/3/2007). Gagasan itu juga pernah dilontarkan SBY saat menyerahkan bonus Asian Games Doha di Jakarta beberapa waktu lalu. Ketika itu dia menghimbau semua pihak terutama kalangan swasta untuk membantu perkembangan olahraga. Terkait dana olahraga, kali ini SBY pun kembali menyinggung soal bantuan swasta. "Perusahaan tidak boleh dipaksa memberi bantuan. Pokoknya pungli (pungutan liar) tidak boleh. Tapi kalau perusahaan mau menyisihkan dana buat olahraga maka mereka akan mendapatkan pahala seluas-luasnya," papar SBY. Bantuan swasta bisa menjadi salah satu sumber bagi dana olahraga, yang selain untuk mengembangkan olahraga juga menjadi sumber bagi jaminan masa depan atlet. "Saya mengerti kalau menjadi atlet tidak abadi, mangkanya tadi saya bilang ada sport fund (dana olahraga). Bukan hanya buat olahraga, mantan artis, eks pejuang juga perlu dipikirkan masa depannya," ujar SBY menanggapi uneg-uneg pemain ganda putra Luluk Hadiyanto.Pada kesempatan yang sama, SBY juga menyinggung soal pembangunan sport center di Sentul. Sayang, realisasinya tidak bisa segera. "Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan penduduk 220 juta, masak nggak punya sport center? Kita bikinlah yang representatif. Mudah-mudahan dalam tempo tiga tahun ke depan sudah bisa direalisasikan," tukasnya. (mel/a2s)











































