Dianggap Menelantarkan Atlet, PB Percasi Meradang
Senin, 02 Apr 2007 21:31 WIB
Jakarta - Pemberitaan SCTV tentang pecatur cilik Masruri Rahman, membuat PB Percasi gerah. Alasannya berita tersebut dinilai kurang sesuai fakta dan tidak disertai perimbangan berita.Tayangan yang mengisahkan tentang kehidupan Masruri yang terkesan disia-siakan pengurus catur Indonesia itu disiarkan SCTV sejak 26 Maret lalu. Karena pemberitaan tentang pecatur 10 tahun itu dilihat kurang tepat, Percasi pun kini meradang."Digambarkan dia pulang jalan kaki dari turnamen ASEAN Age Group 2006 di Ancol ke rumahnya di daerah Cempaka Putih. Padahal faktanya kami sudah menyediakan kamar di hotel plus uang transportasi," contoh Wakil Ketua Umum Percasi Muddai Madang di kantor Koni, Senayan, Senin (2/4/2007).Oleh karena itu Percasi pun mengaku merasa aneh dengan materi maupun tujuan tayangan tersebut. Apalagi tayangan tersebut disiarkan tanpa melakukan cek ulang kepada Percasi.Ditambah, surat yang mereka layangkan kepada SCTV tertanggal 28 Maret 2007 untuk meluruskan tayangan itu juga tidak mendapatkan tanggapan. Meski begitu, Ketua Umum Percasi, Utut Adianto, mengaku belum memikirkan sanksi kepada Masruri maupun melayangkan somasi kepada SCTV."Masruri tidak akan diberi sanksi, cuma akan kita bina dalam arti yang sebenarnya. (Tapi) kepemimpinan Percasi adalah kolektif, jadi sanksi itu akan diputuskan bersama, harus ada bukti kuat. Sedangkan dengan SCTV belum ada kesempatan berbincang," beber Utut. Sementara itu MF Kasmiran yang merupakan salah satu pelatih Masruri turut melontarkan keheranannya. Melihat tayangan tentang anak didiknya itu, dugaan pun tercetus dari Kasmiran."Apa mungkin ada orang di belakangnya yang memanfaatkan dia?" tanya Kasmiran. (krs/lom)











































