Bali dan Medan Bisa Jadi Pengganti
Minggu, 08 Apr 2007 23:30 WIB
Palembang - Seri perdana Kejurnas Reli 2007 yang seharusnya digelar di Palembang, Sumatera Selatan, memang sudah resmi dibatalkan. Kini, nama Bali dan Medan pun dispekulasikan menjadi calon pengganti.Seperti diberitakan sebelumnya, kerusakan lintasan Special Stage di Palembang membuat penyelenggaraan kejurnas reli nasional seri pertama tahun ini terpaksa batal. Sebagai opsi, Bali dan Medan mencuat jadi calon pengganti seri di Palembang. "Itu baru opsi, keputusan resminya setelah kita rapat dengan IMI, promotor dan wakil peserta di Jakarta nanti. Belum ada keputusan resmi dari pihak penyelenggara," jelas Direktur Bloedus Management Indonesia (BMI), Jeffrey JP.Nama daerah pertama yang mencuat jadi calon pengganti adalah Sumatera Utara, Medan. Daerah itu juga menjadi tempat penyelenggaraan seri kedua pada 22-24 Juni mendatang. Sedangkan nama kedua yang muncul adalah daerah Bali.Meski nama dua tempat itu muncul sebagai alternatif pengganti seri perdana, Jeffrey sekali lagi menekankan bahwa keputusan final baru akan diputuskan di Jakarta nanti. "Ini juga bisa dijadikan pertimbangan, walau keputusan akhir nanti di Jakarta," beber dia. Lebih Suka Medan Ketimbang BaliDari dua opsi yang mencuat, Medan ternyata lebih menjadi favorit pemenang Sprint Race seri pertama di Palembang, Ijeck. Pereli asal Medan, Sumatera Utara itu lebih suka kalau pengganti seri Palembang dilangsungkan di wilayahnya."Tapi bukan karena kami dari Medan lho," ujar Ijeck di Benteng Kuto Besak, Palembang Sumatera Selatan, Minggu (8/4/2007).Sang navigator, Uche, lantas menambahkan bahwa karakter tanah yang dimiliki Medan lebih menantang daripada di Bali. Selain itu, lintasan yang lebih bervariasi juga membuat mereka lebih memfavoritkan wilayahnya jadi pengganti seri perdana."Karakter tanahnya beda, di Bali kurang variasi," imbuh Uche.Medan sendiri telah dijadwalkan menjadi tempat penyelenggaraan seri kedua Kejuaraan Nasional Reli 2007 pada 22-24 Juni mendatang. Jika seri pengganti nanti memang jadi digelar di Medan, maka akan ada beberapa perubahan, seperti jarak total SS yang menjadi 200 km dan penambahan poin peserta menjadi satu setengah poin. Apapun itu, baik Ijeck dan Uche sama-sama berpesan kepada pihak panitia agar dapat mempersiapkan penyusunan jadwal reli dengan lebih cermat dan matang, untuk mencegah terjadinya pembatalan serupa di masa mendatang. "Cuaca memang tidak bisa diprediksi, (tapi) panitia harus bisa melihat dan mempersiapkan kalau kondisi hujan seperti apa," tandas Ijeck. (krs/a2s)











































