Kecelakaan Helikopter, Menpora Togo Tewas
Selasa, 05 Jun 2007 02:57 WIB
Freetown - Publik olahraga Togo tengah dirundung duka mendalam. Sebanyak 22 orang, termasuk beberapa ofisial dan menteri olahraga mereka tewas dalam kecelakaan helikopter.Richard Attipoeand yang menjabat menteri olahraga Togo, tewas bersama 19 penumpang lainnya yang kebanyakan adalah ofisial dan fans timnas sepakbola Togo dalam kecelakaan yang terjadi di bandara internasional Lungi, Sierra Leone, Minggu (3/6/2007) waktu setempat. Sementara dua korban lainnya adalah kru helikopter berkewarganegaraan Rusia.Penyebab insiden tersebut hingga kini masih belum bisa dipastikan, namun beredar kabar kalau terjadi ledakan yang membuat helikopter terbakar beberapa saat akan melakukan pendaratan. Helikopter berjenis Mi-8 buatan Rusia itu akhirnya mendarat dengan keras dan hanya "menyisakan" sang co-pilot sebagai satu-satunya korban selamat."Saya mendapat informasi kalau ada ledakan di kabin penumpang saat helikopter akan mendarat. Jadi saya pikir itu bukan karena masalah tekhnis," sahut Denis Ivanov, direktur pengelola Paramount Airline yang mengoperasikan helikopter maut tersebut.Pihak Sierra Leone dan Togo sudah mengirim penyelidik untuk mengusut insiden tersebut. Sebagai catatan, perusahaan milik Ivanov sudah di-blacklist oleh Uni Eropa dan dilarang terbang di wilayah udara mereka.Korban dalam kecelakaan tersebut rencananya akan kembali ke Togo setelah menyaksikan pertandingan sepakbola antara Sierra Leone vs Togo dalam babak kualifiksi Piala Afrika. Sayangnya kemenangan 1-0 yang dibawa pulang justru terhapus duka kecelakaan tersebut.Seluruh pemain Togo nyaris menjadi korban dalam insiden tersebut. Untungnya pelatih Togo meminta pemainnya menaiki helikopter selanjutnya karena masih kelelahan pasca bertanding."Tak ada satu pemainpun menjadi korban. Pelatih Togo menyarankan seluruh tim berangkat dengan penerbangan kedua karena butuh istirahat setelah bertanding, itulah yang menyelamatkan mereka," ungkap juru bicara asosiasi sepakbola Sierra Leone yang juga panitia pertandingan tersebut, Chernor Ojuku Sesay.Atas insiden tersebut pemerintah Togo menyatakan hari berkabung nasional selama tiga hari. Demikian diberitakan AFP, Selasa (5/6/2007). (din/key)











































