BMI Siap Giring WRC ke Indonesia
Sabtu, 23 Jun 2007 22:00 WIB
Medan - Dunia reli Indonesia makin berambisi terjun ke World Rally Championships (WRC). Bloedus Management Indonesia (BMI) optimis kejuaraan reli dunia itu hadir di tanah air tahun 2009. Indonesia mewujudkan ambisinya tampil di WRC akan tahun ini setelah pereli tim Pertamina-Bosowa Rally Team Subhan Aksa dengan navigator Hade Mboi, dipastikan tampil di seri Selandia Baru tanggal 31 Augstus-2 September dan seri Jepang tanggal 25-28 Oktober. Langkah ini ternyata sejalan dengan program Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan BMI, sebagai penyelenggara kejuaraan-kejuaraan reli di Indonesia. Ditargetkan tahun 2009 Indonesia juga akan menjadi salah satu tuan rumah WRC. "Kita sudah bertemu dengan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora) Adhyaksa Dault untuk menyampaikan rencana ini. Beliau sangat mendukung, dan berharap persiapannya bisa dipercepat," ujar pimpinan BMI, Jeffrey JP, di H. Adam Malik Square, Pematang Siantar, Sabtu (23/6/2007). Lebih lanjut Jeffrey memaparkan bahwa WRC merupakan bagian dari program BMI sejak tahun 2003. Tahun tersebut merupakan awal BMI mengambil alih penyelenggaraan reli di Indonesia. Terakhir kali, Indonesia menggelar WRC tahun 1997 dan terhenti akibat multi crisis. Usaha untuk mendapatkan kembali kepercayaan FIA memang tidak mudah. Apalagi dana yang dibutuhkan cukup besar yakni sebesar US$ dua juta. Biaya tersebut merupakan akumulasi dari masa persiapan, pengajuan sebagai kandidat, juga kejuaraan itu sendiri. Dengan dukungan pemerintah Jeffrey yakin hal tersebut bisa terwujud. "Balapan A1GP saja bisa digelar tiap tahun, apalagi ini yang prosesnya masih tiga tahun," lanjut Jeffrey. Namun untuk menjadi penyelenggara WRC ada berbagai tahapan yang harus dilalui Indonesia. Yang pertama adalah selambat-lambatnya mengirimkan proposal untuk menjadi kandidat pada 31 Januari 2008, disertai uang jaminan sebesar US$ 100 ribu. Setelah pendaftaran diterima WRC akan mengirimkan surveyor yang juga bertugas men-develop persiapan Indonesia. Hasil pengamatan selama tahun 2007 akan menjadi dasar WRC untuk memutuskan apakah Indonesia layak menggelar reli dunia. (mel/mel)











































