Jangan Lupakan Cabang Nonunggulan

Jangan Lupakan Cabang Nonunggulan

- Sport
Sabtu, 21 Jul 2007 15:35 WIB
Jakarta - Sudah sewajarnya kalau cabang olahraga unggulan mendapat anggaran pembinaan yang besar. Namun itu bukan berarti cabang olahraga lain yang juga berpotensi lantas dilupakan.Dikemukakan juara dunia taekwondo 2003, Juana Wangsa, setiap cabang olahraga sebenarnya bisa menorehkan prestasi. Namun menurut dia mekanisme alokasi anggaran saat ini justru tidak membuat atlit dan cabang olahraga nonunggulan termotivasi."Sebenarnya semua cabang bisa berprestasi. Tapi anggaran diberikan bila sudah ada prestasi. Seharusnya kan dibuat agar dapat berprestasi," kata Juana dalam diskusi bertajuk 'Olahraga dan Nasionalisme' di Mario's Place, Menteng, Jakarta, Sabtu (21/7/2007).Juana kemudian mencontohkan panahan yang mampu menyumbang medali emas dalam Olimpide. Cabang olahraga nonunggulan itu mampu berprestasi setelah ada perhatian intensif dari pemerintah.Sayang sekali setelah itu perhatian berkurang. Alhasil olah raga panahan pun tidak mampu lagi mengulangi prestasi gemilang tersebut. Minimnya pendanaan untuk cabang olahraga di luar sepak bola dan bulu tangkis, bahkan acap membuat para pengurusnya lintang pukang mencarikan dana pembinaan. Tidak jarang mereka harus iuran untuk mendanai sebuah kompetisi atau kegiatan rutin lain. "Kami harus iuran uang pribadi untuk danai pembibitan. Kalau terus begini siapa yang mau jadi PB (pengurus besar)," tutur Wakil Ketua Umum KONI, Rosihan Arsyad, yang juga ketua umum PB Sepatu Roda. (lh/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads