Protes Pemukulan Wasit, Tim Karate Indonesia Mundur
Senin, 27 Agu 2007 13:26 WIB
Seremban - Tim Karate Indonesia resmi mengundurkan diri dari kejuaraan Karate se-Asia di Malaysia, sebagai bentuk protes dari aksi pemukulan polisi setempat terhadap seorang wasit asal Indonesia. Menurut Sekretaris PB Forki, Maxi Pauran, pada hari Jumat (24/8/2007) silam, wasit Donald Kolobita mendapat tindak kekerasan saat empat orang polisi Malaysia berpakaian preman membekuknya di kota Nilai. Wasit yang bernasib sial itu dikabarkan memiliki kemiripan dengan seorang pelaku kejahatan yang sedang jadi incaran aparat. Saat dicokok, Donald dikabarkan telah menerima beberapa hantaman dari empat polisi tersebut, kendati tangannya sudah diborgol saat digelandang ke kantor polisi terdekat. "Kami kesini karena diundang secara resmi dan bukan untuk mencari uang. Perlakuan seperti ini merupakan penghinaan. Para polisi itu baru menyatakan identitasnya usai beberapa orang yang lewat menanyakan. Tetapi mereka tetap menggunakan kekerasan walau Donald sudah bilang kalau dirinya adalah wasit resmi," ketus Maxi seperti diberitakan AFP, Senin (27/8/2007).Maxi melanjutkan, Donald akhirnya diperiksakan di rumah sakit setelah diantar anggota tim Indonesia beserta perwakilan penyelenggara kejuaraan. Hasil pemeriksan mengungkapkan kalau wasit itu menderita patah tulang iga di beberapa bagian, pembengkakan di alat kelamin dan gangguan penglihatan akibat pembengkakan di daerah mata.Alhasil, Maxi pun menandaskan kalau tim Karate Indonesia kini secara resmi mengundurkan diri dari kejuaraan yang sedang berjalan tersebut, sebagai bentuk protes keras.Untuk mengikuti kejuaraan karate se-Asia yang berlangsung di Seremban, Negeri Sembilan, pada 20-27 Agustus 2007 dan diikuti oleh sekitar 20 negara itu, tercatat ada 22 orang yang dikirim Indonesia. (krs/din)











































