DPR Kecam Insiden Pemukulan Wasit

DPR Kecam Insiden Pemukulan Wasit

- Sport
Senin, 27 Agu 2007 18:07 WIB
Jakarta - Insiden pemukulan Kepolisian Diraja Malaysia terhadap seorang wasit Indonesia menuai reaksi keras. Kecaman bahkan imbauan boikot terhadap produk Malaysia pun diserukan.Kejuaraan Karate se-Asia yang dilangsungkan di Malaysia urung dituntaskan Tim Karate Indonesia akibat aksi kekerasan aparat kepolisian di Negeri Jiran itu saat "meng-karate" Donald Kolobita.Insiden tersebut tak pelak mengundang sorotan keras di Tanah Air. Ketua DPR RI, Agung Laksono mengecam pemukulan tersebut dan berharap pemerintah Malaysia dapat memroses aparatnya secara adil. "Itu sudah tidak menghargai kita lagi. Kasus ini harus diusut tuntas. Mereka harus dikenakan sangsi," pinta Agung di Gedung DPR RI, Senayan, Senin (27/8/2007).Sementara Itu, Penasehat FKB DPR RI, Mahfud MD, menilai tindakan aparat Malaysia itu sebagai bentuk penghinaan yang sudah diluar batas. Oleh karena itu pemerintah Indonesia harus segera menarik duta besarnya dari Malaysia. Selain itu komisi I DPR juga harus memanggil Menteri Luar Negeri RI untuk mengevaluasi hubungan diplomatik antar kedua negara. "Pemukulan itu sunggguh telah menghina kita sebagai bangsa yang berdaulat. Saya berharap pemerintah bersikap tegas. Tarik dubes kita di Malaysia," seru anggota Komisi I DPR tersebut.Desakan kepada pemerintah RI agar segera mengambil tindakan tegas juga diserukan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). "Kami dukung sikap pemerintah Indonesia, Presiden, Menpora dan juga Ketua Umum PB FORKI yang menarik diri dari forum Karate Asia tersebut. Pemerintah Indonesia juga harus bersikap tegas terhadap pemerintah Malaysia atas insiden biadab tersebut," kata sekjen KNPI Munawar Fuad Shaleh.Mantan sekretaris Jendral GP Ansor ini juga menyerukan pada pemuda Indonesia untuk memelopori gerakan boikot terhadap produk dan investasi Malaysia di Indonesia. Langkah itu sangat penting untuk memberikan pelajaran bagi Malaysia agar tidak lagi menghina Indonesia."Peristiwa tersebut amat melukai bangsa dan negara Indonesia, karena dilakukan terhadap sebuah delegasi resmi yang tengah memperjuangkan harkat dan martabat bangsa melalui kejuaraan Karate Asia. Semestinya Malaysia bersikap etis dan menjamin rasa aman bagi setiap tamu yang diundang. Pemuda dan rakyat Indonesia harus menghentikan segala bentuk investasi kepada Malaysia," ketus dia. (yid/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads