2 Atlet Tenis Meja Indonesia Bersinar di Turki

2 Atlet Tenis Meja Indonesia Bersinar di Turki

Randy Prasatya - Sport
Minggu, 01 Feb 2026 22:40 WIB
2 Atlet Tenis Meja Indonesia Bersinar di Turki
Muhammad Naufal Junindra dan Michael Hartono. (Foto: dok. Indonesia Pingpong League)
Jakarta -

Dua atlet muda jebolan liga Indonesia Pingpong League (IPL) mencatat hasil membanggakan di turnamen tenis meja WTT Youth Contender Cappadocia 2026 di Turki.

Kedua talenta muda yang mewakili Indonesia di WTT Youth Contender Cappadocia 2026 adalah Muhammad Naufal Junindra yang berasal dari klub ONIC dan petenis meja junior andalan SCM Lampung, Michael Hartono.

Kejuaraan WTT berskala Dunia Tenis Meja Junior tersebut berlangsung di Nevsehir, Turki, pada 28-31 Januari 2026. Naufal Junindra tampil di tunggal putra U-19, sementara Michael Hartono mentas di dua nomor sekaligus, yakni U-15 dan U-17.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bertanding di Nevsehir Haci Bektas Veli University Sport Center Cappadocia, Naufal sukses menembus semifinal. Namun, perjuangannya terpaksa terhenti di semifinal setelah kalah 0-3 (2- 11, 3-11, 7-11) dari wakil tuan rumah, Berk Oztoprak. Meski demikian Naufal berhasil menyegel peringkat ketiga.

Adapun Michael Hartono sukses menembus perempat final U-15 dan U-17. Ini merupakan pencapaian positif bagi Michael yang di beberapa turnamen sebelumnya hanya berkutat di babak penyisihan grup.

ADVERTISEMENT

Ketua ONIC Sports Yon Mariyono menilai, lolos semifinal di turnamen level dunia adalah pencapaian positif bagi Naufal. Apalagi peraih medali perunggu SEA Games 2025 itu mampu mengalahkan lawan-lawan yang memiliki ranking dunia lebih tinggi di babak fase grup dan delapan besar.

"Hasil ini jadi pengalaman berharga bagi Naufal. Terutama soal menghadapi cuaca dingin Eropa yang hingga mencapai minus 5 derajat celcius di dataran tinggi. Dari performa sudah cukup baik, tinggal bagaimana mengatasi tantangan cuaca," kata Yon Mardiyono dalam keterangan persnya.

"Semoga hasil ini mampu memperbaiki ranking dunia Naufal secara signifikan. Karena target utama kami adalah membawa Naufal lolos ke Olimpiade Remaja 2026. Selanjutnya Naufal dan Michael langsung bertolak ke Tunisia untuk mengikuti WTTF Youth Contender Tunisia 2026," ujar Yon Mardiyono menambahkan.

Muhammad Husein, selaku pelatih SCM Lampung, juga mensyukuri hasil yang diraih Michael Hartono. Ini merupakan pencapaian terbaik Michael selama mengikuti turnamen tenis meja level dunia.

"Hasil ini cukup bagus karena sebelum-sebelumnya Michael sudah kalah di babak penyisihan. Jadi performanya sudah semakin meningkat dan mulai terbiasa main di turnamen internasional. Mudah-mudahan di kejuaraan dunia berikutnya bisa meningkat lagi ke posisi empat besar," kata Husein.

Naufal dan Michael merupakan dua atlet junior yang rutin tampil di kompetisi IPL. Keduanya mendapat dukungan penuh dari klub masing-masing demi menambah jam terbang dan prestasi di level internasional.

Tahun lalu, Naufal sukses mengukir Sejarah sebagai petenis muda pertama asal Indonesia yang berhasil menyabet gelar juara di WTT Youth Contender Dubai 2025. Naufal yang saat ini menghuni ranking 160 ITTF Junior, terus berjuang menembus peringkat 60 dunia sebagai syarat tampil di Olimpiade Remaja 2026 di Senegal.

"Inilah pentingnya jam terbang bagi atlet. Selain bermain di kompetisi lokal yang berjenjang seperti IPL, para atlet juga didukung untuk mengikuti turnamen kelas dunia seperti WTTF Series. Program ini kita lakukan terus untuk meningkatkan prestasi tenis meja Indonesia ke kancah dunia," terang Yon Mardiyono.




(ran/cas)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads