Ribuan Atlet Ikuti Hub Equestrian Championship

Ribuan Atlet Ikuti Hub Equestrian Championship

Mohammad Resha Pratama - Sport
Kamis, 05 Feb 2026 23:10 WIB
Ribuan Atlet Ikuti Hub Equestrian Championship
Hub Equestrian Championship 2026 digelar 4-8 Februar. (Foto: dok.PP Pordasi)
Bogor -

PP Pordasi resmi membuka kejuaraan berkuda Hub Equestrian Championship 2026. Ada ribuan peserta mengikuti ajang tersebut.

Hub Equestrian Championship (HEC) merupakan salah satu event pembuka dalam kalender event resmi Pordasi 2026 yang digelar di Hub Indonesia, Jalan Alternatif Cibubur, Bekasi, 4-8 Februari.

Event Director Jupri Mardi menyatakan event ini merupakan sesi pertama di tahun ini. Sebelumnya, pihaknya sudah menggelar lima kali event dengan tajuk Merdeka Master, Ramadhan Cup, Kartini Cup, Jabar Classic, dan Hub Weekend Competition.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merdeka Master 2025 bahkan tercatat mengukir sejarah sebagai event equestrian dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang pelaksanaan kompetisi di Indonesia, dengan total hampir 1.800 pendaftar dan 385 ekor kuda yang berpartisipasi.

Di ajang HEC ini, ada beberapa atlet berprestasi yang ambil bagian. Sebut saja Audirania Amanda Putri yang pada SEA Games 2025 Thailand merebut medali perak.

ADVERTISEMENT

Jupri menegaskan bahwa event ini berkesinambungan untuk melanjutkan wadah dan prestasi bagi atlet berkuda di Indonesia.

"Kami juga menyelenggarakan dari kelas bawah. Di mana atlet usia dini ini perlu diwadahi," kata Jupri dalam rilis kepada detikSport.

Di tahun 2026 bakal jadi kalender paling padat sepanjang sejarah olahraga berkuda di Indonesia. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan olahraga equestrian yang semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Karenanya, Jupri senang dengan antusias klub-klub peserta. Di event ini sekitar 50 klub berkuda yang ambil bagian.

"Alhamdulillah saat ini perkembangan berkuda juga sangat pesat di Indonesia. Muncul klub baru hampir di setiap bulan," ucapnya.

Antusiasme peserta di HEC cukup tinggi dengan lebih dari 310 ekor kuda terdaftar, dengan total entry diperkirakan mencapai 1.200 sampai 1.300. Untuk mengakomodasi jumlah peserta yang besar, beberapa kelas jumping akan diselenggarakan hingga malam hari.

Dia menilai kelas jumping saat ini banyak peminat karena tidak diperlulan gerakan khusus. "Asal dia (joki) percaya diri bisa," katanya.

Hal itu berbeda dari kelas dressage yang membutuhkan chemistry lebih antara kuda dan orangnya. "Karena gerakannya banyak yang dihafal. Belum tentu kuda dan orangnya bisa. Jadi chemistrynya harus keduanya," ucapnya.

(mrp/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads