KOI Edukasi Soal Pentingnya Pendidikan untuk Masa Depan

KOI Edukasi Soal Pentingnya Pendidikan untuk Masa Depan

Mercy Raya - Sport
Jumat, 06 Feb 2026 19:30 WIB
KOI Edukasi Soal Pentingnya Pendidikan untuk Masa Depan
Ketua KOI Raja Sapta Oktohari. (dok.KOI)
Jakarta -

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengingatkan atlet soal pentingnya pendidikan untuk masa depan. Mereka membuka akses pendidikan global dengan berkolaborasi bersama Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Hal itu tertuang dalam diskusi bertajuk 'Unlocking Opportunities Exploring U.S. Education System for Indonesian Student Athletes' yang berlangsung di Kantor KOI, Sudirman, Jumat (7/1/2026).

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Komisi Culture & Education, Komisi Atlet, serta Komisi Revenue & Commercial Partnership KOI ini merupakan sosialisasi dan diskusi edukasi bersama University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat, yang didukung oleh U.S. Embassy Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diskusi yang diikuti atlet-atlet dari federasi anggota KOI, orang tua atlet, dan pelatih, serta perwakilan federasi nasional ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai konsep student-athlete, pengelolaan karier atlet jangka panjang, peluang pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Termasuk jalur NCAA, skema beasiswa, serta persyaratan akademik yang perlu dipersiapkan sejak dini.

Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan ekosistem olahraga nasional yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

"Kami ingin atlet Indonesia tidak hanya berprestasi di podium, tetapi juga memiliki fondasi pendidikan yang kuat. Konsep student-athlete adalah model ideal yang memastikan masa depan atlet tetap terjamin, baik saat aktif bertanding maupun setelah pensiun," ujar Okto.

"Melalui kolaborasi dengan University of Wisconsin-Madison dan U.S. Embassy Jakarta, kami membuka jendela kesempatan yang lebih luas bagi atlet Indonesia untuk berkembang secara global," imbuhnya.

Komite Eksekutif KOI Josephine Tampubolon menambahkan, edukasi ini juga sebagai bentuk keprihatinan KOI yang masih melihat pendidikan belum menjadi prioritas atlet.

"Akhirnya ketika mereka sudah selesai (menjadi atlet) mereka pusing dengan susahnya mencari pekerjaan dan lain-lain. Untuk itu, kami dari KOI membuat satu tim Indonesia Student Update Program, yang di dalamnya ada beberapa KE (Komite Eksekutif)," ujarnya.

"Kami juga membuat program dalam bentuk yang mungkin ke depannya akan ada paket beasiswa yang saat ini baru kita jalankan dalam bentuk proses percepatan S1."

Olympian Indonesia sekaligus mantan perenang NCAA Division I All-American, Richard Sam Bera, pun turut membagikan pengalamannya menjalani sistem student-athlete di Amerika Serikat. Ia menekankan pentingnya disiplin, manajemen waktu, serta dukungan keluarga dan federasi.

"Menjadi student-athlete bukan hal mudah, tetapi sangat mungkin dijalani dengan komitmen yang kuat. Sistem di Amerika mengajarkan saya profesionalisme, manajemen waktu, dan tanggung jawab. Pendidikan memberi saya perspektif dan bekal jangka panjang di luar karier sebagai atlet," kata Richard Sam Bera yang juga merupakan Direktur Utama Tim Indonesia.

Melalui kegiatan ini, KOI juga mendorong para federasi, pelatih, dan orang tua untuk aktif mendukung keseimbangan antara pencapaian prestasi dan pendidikan formal atlet. Pendekatan ini diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi atlet Indonesia yang tangguh, adaptif, dan siap bersaing di tingkat dunia.




(mcy/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads