Kejuaraan Dunia Angkat Besi bakal menjadi awal kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Ajang itu akan digelar November 2026.
Mengutip laman International Weightlifting Federation (IWF), Dewan Eksekutif IOC telah menyetujui sistem kualifikasi angkat besi untuk Olimpiade LA 2028, usai melakukan komunikasi intensif dengan induk federasi angkat besi dunia tersebut.
Nantinya, Olimpiade akan diikuti 120 lifter terdiri dari 60 putra dan 60 putri. Mereka akan tampil dan bersaing dalam 12 kategori berat badan (enam untuk pria dan enam untuk wanita).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah total tersebut, 108 atlet akan dipilih melalui kuota (termasuk 96 melalui peringkat Kualifikasi, dan 12 dari perwakilan benua), enam dipilih sebagai perwakilan negara tuan rumah, dan enam lainnya akan datang melalui Universality quota.
Pada sektor putra, kelas yang dipertandingkan meliputi 65kg, 75kg, 85kg, 95kg, 110kg, dan +110kg. Sementara sektor putri yaitu 53kg, 61kg, 69kg, 77kg, 86kg, dan +86kg.
Adapun kualifikasi akan dibagi dalam dua periode. Periode pertama bakal dimulai tepatnya di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Senior yang rencananya bergulir 27 Oktober hingga 8 November 2026 di Ningbho, China.
Setelahnya event yang mengikuti ialah 1st IWF Qualifier for LA2028. Jika mengikuti kalender IWF maka akan berlangsung pada Desember. Namun itu belum bisa dipastikan karena tempat dan waktu penyelenggaraan masih akan diumumkan lebih lanjut.
Sementara tahun 2027 akan digelar lima kejuaraan yang merupakan bagian dari kualifikasi Olimpiade. Yaitu Kualifikasi IWF II, Kejuaraan Senior Kontinental, Kualifikasi IWF III, Kejuaraan Senior Dunia IWF 2027. Empat kejuaraan di atas masih masuk dalam periode pertama kualifikasi Olimpiade.
Sementara di periode kedua akan digelar Kualifikasi IWF IV yang digelar pada tahun depan. Kemudian Kualifikasi IWF 2028, Kejuaraan Kontinental senior, Kejuaraan Dunia Senior IWF. Periode kualifikasi Olimpiade akan berakhir pada 7 Mei 2028.
Dengan telah disetujuinya jadwal dan daftar kejuaraan yang masuk dalam bagian kualifikasi Olimpiade, maka angkat besi Indonesia diharapkan bisa langsung bersiap. Indonesia di Olimpiade 2024 Paris sukses merebut medali emas salah satunya melalui lifter Rizki Juniansyah.
Bahkan Indonesia sebelumnya sudah membuat strategi demi capaian hasil yang maksimal di Los Angeles mendatang. Yakni memisahkan Rizki dengan Rahmat Erwin Abdullah (peraih perunggu Olimpiade Tokyo), dua lifter yang kerap bersaing karena sering berada di kelas yang sama, dengan harapan dapat membuat peluang emas ganda dari angkat besi.
"Jika kemarin di nomor 79 kg Rizki meraih emas (SEA Games 2025), dan Rahmat di kelas 88 kg juga meraih emas, insyaAllah nanti pada 2028 di kelas 75 kg mudah-mudahan Rizki kembali meraih emas, dan Rahmat meraih emas di kelas 85 kg," kata Ketua KOI Raja Sapta Oktohari menyoal strategi pemisahan kelas, kala itu.
(mcy/aff)










































