Kemenpora Dorong Sanksi Larangan Seumur Hidup untuk Pelaku Pelecehan!

Kemenpora Dorong Sanksi Larangan Seumur Hidup untuk Pelaku Pelecehan!

Mercy Raya - Sport
Kamis, 26 Feb 2026 20:10 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir melakukan konferensi pers di Kemenpora, Jakarta, Jumat. (24/10/2025).
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Menpora Erick Thohir mendorong sanksi larangan seumur hidup di olahraga. Itu terkait kasus dugaan pelecehan yang terjadi di Pelatnas panjat tebing.

Kemenpora, menurut Erick, mendorong sikap tegas dan tidak memberi toleransi terhadap pelaku pelecehan seksual dan kekerasan pada atlet. Sikap ini dikeluarkan usai muncul kasus dugaan pelecehan seksual di pelatnas panjat tebing.

"Apabila memang ditemukan pelecehan atau bahkan tindak pidana kekerasan seksual serta kekerasan fisik kepada atlet FPTI, maka Kemenpora mengimbau agar sanksi paling berat, termasuk sanksi larangan seumur hidup terlibat di olahraga, untuk dapat dijatuhkan kepada pelaku," kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan apabila ada pelanggaran hukum, termasuk pelanggaran Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, maka pelaku untuk diproses hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," lanjutnya.
Bagi Menpora berusia 55 tahun itu, olahraga adalah salah satu bentuk pembangunan karakter pemuda dan bangsa Indonesia, serta salah bentuk kedigdayaan bangsa melalui prestasi di tingkat nasional dan internasional.

"Jadi pengabdian, pengorbanan dan dedikasi atlet-atlet Indonesia dalam mengharumkan nama bangsa tidak seharusnya dinodai oleh tindakan-tindakan yang tidak terpuji dan berpotensi melanggar hukum," tegas Erick Thohir.

ADVERTISEMENT

Kemenpora juga akan memastikan setiap atlet mendapatkan perlindungan yang layak dan bermartabat. Ia menegaskan Kementerian akan berdiri bersama korban.

"Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa olahraga Indonesia berdiri di atas nilai integritas, rasa hormat, dan perlindungan terhadap setiap insan yang mengabdikan dirinya untuk bangsa," ujar eks Menteri BUMN tersebut.

"Saya juga ingin menyampaikan kepada seluruh atlet Indonesia, di cabang olahraga mana pun, di tingkat mana pun Kemenpora berdiri bersama kalian. Kalian tidak sendiri."

"Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk mendengar, membantu, dan melindungi seluruh atlet Indonesia jika ada yang pernah atau bahkan sedang menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual maupun fisik," ujar Erick Thohir.




(mcy/yna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads